Penyakit bronchitis atau
dikenal dengan paru-paru basah adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir
pada saluran bronkial paru-paru menjadi meradang. Selaput lendir yang meradang
tersebut menjadi membengkak dan menjadi lebih tebal, hal ini mempersempit atau
menutup saluran udara yang kecil di paru-paru, mengakibatkan batuk yang bisa
disertai dengan dahak dan sesak napas.
Atau bisa juga penyakit bronchitis itu adalah peradangan yang terjadi pada
pipa bronchial. Pipa bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju
jantung. Ada dua tipe penyakit bronchitis yaitu, Bronchitis akut dan Bronchitis kronis. akut (berlangsung dari satu sampai tiga
minggu) dan kronis (berlangsung setidaknya 3 bulan dalam setahun, selama dua
tahun berturut-turut). Yang mana orang dengan asma juga mungkin memiliki asma
bronkitis, peradangan dari selaput tabung bronkial.
Di negara
barat, kekerapan bronchitis diperkirakan sebanyak 1,3% diantara populasi. Di
Inggris dan Amerika penyakit paru kronik merupakan salah satu penyebab kematian
dan ketidak mampuan pasien untuk bekerja. Kekerapan setinggi itu ternyata
mengalami penurunan yang berarti dengan pengobatan memakai antibiotik. Sedangkan
di Indonesia belum ada laporan tentang anka-angka yang pasti mengenai penyakit
ini. Kenyataannya penyakit ini sering ditemukan di klinik-klinik dan diderita
oleh laki-laki dan wanita. Penyakit ini dapat diderita mulai dari anak bahkan
dapat merupakan kelainan congenital.
Kondisi yang
umum dari kondisi bronchitis akut sering kali berkembang dari pilek maupun
infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut biasanya membaik dalam beberapa
hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat terus batuk dalam beberapa
minggu. Bronchitis akut juga mungkin yang menyebabkan
batuk dan produksi dahak yang kadang menyertai infeksi saluran pernapasan atas.
Dalam banyak kasus, infeksinya berasal dari virus, tapi kadang-kadang bisa
disebabkan oleh bakteri.
Sedangkan
bronchitis kronis adalah kondisi yang lebih serius, kondisi ini adalah iritasi
atau peradangan secara konstan pada pipa bronchial dan sering disebabkan oleh
kebiasaan merokok. Bagaimanapun jika anda memiliki kondisi bronchitis yang
berulang, anda mungkin saja mengalami bronchitis kronis. Bronchitis kronis
adalah satu dari kondisi terkait dengan chronic obstructive pulmonary disease
(COPD).
Gejala bronchitis
Pengobatan untuk bronchitis difokuskan untuk
meredakan gejala dan memudahkan jalan napas. Berikut ini beberapa gejala
bronchitis akut dan kronis yang perlu Anda ketahui:
- Batuk
- Adanya
lendir, baik yang tidak berwarna, putih atau berwarna kuning kehijauan
- Napas
pendek, yang memburuk bahkan saat mengerahkan sedikit tenaga
- Napas
sesak
- Lelah
- Demam
ringan dan menggigil
- Rasa
tidak nyaman pada dada
Jika anda mengalami bronchitis akut, anda
mungkin memiliki batuk yang tetap ada dalam beberapa minggu setelah bronchitis
sembuh. Bagaimanapun gejala bronchitis dapat membingungkan. Anda dapat tidak
memiliki lendir ketika anda mengalami bronchitis, dan anak-anak sering menelan
lendir tersebut sehingga orang tua mungkin tidak dapat mengetahuinya. Ada dapat
mengalami bronchitis kronis tanpa mengalami bronchitis akut terlebih dahulu.
Serta banyak perokok yang harus membersihkan lendir pada tenggorokannya pada
pagi hari ketika bangun dari tidur, yang jika hal ini berlanjut lebih dari tiga
bulan maka mungkin ia mengalami bronchitis kronis.
Jika anda mengalami bronchitis kronis,
peradangan dalam jangka waktu lama menyebabkan pipa bronchila terluka dan
memproduksi terlalu banyak lendir. Lama kelamaan dinding pipa bronchial akan
menebal dan jalan napas anda dapat terluka. Tanda dan gejala bronchitis kronis
juga dapat berupa:
- Batuk
yang memburuk pada pagi hari dan pada cuaca lembab
- Sering
mengalami infeksi pernapasan (seperti pilek dan flu) dengan batuk berdahak
yang memburuk
Jika anda mengalami bronchitis kronis, anda
dapat memiliki periode dimana tanda dan gejala akan memburuk. Pada saat itu
anda dapat memiliki bronchitis akut yang berlapis baik karena bakteri maupun
virus sebagai tambahan pada bronchitis kronis anda.
Penyebab bronchitis
Virus
Penyebab bronchitis yang pertama adalah virus.
Seperti yang telah saya sebutkan tadi di atas, bronchitis akut umumnya
disebabkan oleh infeksi paru, dengan 90% di antaranya disebabkan oleh virus. Yang
harus menjadi perhatian disini adalah serangan yang berulang dari bronchitis
model ini. Serangan berulang dari bronchitis akut, dapat melemahkan dan
mengiritasi saluran udara bronkial dari waktu ke waktu, serta dapat
mengakibatkan bronchitis kronis.
Polusi industri
Penyebab bronchitis yang kedua adalah polusi. Hal
ini terbukti dengan ditemukannya dengan tingginya jumlah penderita bronchitis
kronis di daerah-daerah penambang batubara, pekerja biji-bijian, pembentuk
logam, dan orang yang terus-menerus terkena debu dan asap.
Merokok
Bagi
para perokok aktif atau berat sangat beresiko terkena penyakit bronchitis, ini
dikarenakan asap rokok dapat mengakibatkan iritasi pada saluran bronkial dan
dapat menyebabkan penumpukan lendir di dalam saluran paru-paru. Tidak hanya
prokok aktif, ternyata perokok pasif juga dapat terjangkit bronchitis ini yang
disebabkan oleh karena terhisapnya asap rokok dan terutama bagi kalangan bayi
dan balita.
Sulfur dioksida dan polutan lainnya
Penyebab
lain dari terinfeksinya organ paru-paru atau penyakit bronchitis juga dapat
disebabkan oleh konsentrasi tinggi yang dihasilkan dari sulfur dioksida dan
palutan lain atmosper bumi.
Sekian
postingan saya tentang mengenal penyakit bronchitis, semoga bermanfaat.
.jpg)