Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Sebenarnya..., Semuanya Itu Terserah Allah..

belajar thibbun nabawi
“Bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya kemampuan untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan hanyalah Allah…”

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya : “Bapak sebelum kesini sudah izin dulu kepada Allah ?”…atau,..“Sudah berdoa meminta kesembuhan sama Allah ?” atau “Sudah lapor dulu sama Allah ?”

Jika dijawab belum…?? (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, & shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam & sebagai ikhtiar & sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib !!.. banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tersebut untuk shalat dua rakaat (minta ampun & minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat & tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, “Kenapa dia langsung sembuh?”

Dr. Agus menjawab “Bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.”

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang & gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati. Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Qur’an, Wudhu, Shalat, Do’a & tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah & harus dioperasi. Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur.

Sebelum tidur berwudhu,.. kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzikir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, & tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan & sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara jongkok sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, & membasuhnya dengan bersih.

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak “melibatkan” Allah,.. pasiennya jadi jarang bolak-balik & berisiko mengurangi pendapatan beliau. Namun dr. Agus katakan, bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda bahwa,


“SAKITNYA PASIEN TIDAK MENDATANGKAN REZEKI, YANG MEMBERI REZEKI ADALAH ALLAH, ALLAH JUGA BISA MENDATANGKAN REZEKI TANPA MELALUI SAKITNYA PASIEN”.

Enam bulan kemudian seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, & berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan.

Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya. “Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia ?” Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.

“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali,.. selama ini, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu’. Pelan…,terdengar dia terisak-isak menangis dalam do’anya.

Sahabat-sahabatku… Sudahkah kita meminta “izin” untuk keberkahan & kemudahan jalan rizki kita hari ini & seterusnya ??…
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top