Beberapa referensi pengobatan tradisional menyebutkan kata 'Detoksifikasi' mengacu pada proses menghilangkan racun dari tubuh kita. Namun, dunia medis menggunakan kata Detoksifikasi untuk prosedur penanganan kecanduan Narkoba.
Bagi sebagian praktisi Pengobatan Tradisional fakta ini tentu agak mengejutkan...Apapun kata yang direstui dunia medis tentang proses penghilangan racun tersebut, tubuh kita secara fisiologis (sebenarnya) telah dan terus menerus melakukan pembuangan sampah-sampah metabolisme. Bila sampah metabolisme tersebut gagal terbuang dan menumpuk di dalam tubuh, tentu berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.
Cobalah Anda bercermin, lalu pikirkan dan syukuri apa saja yang tubuh Anda lakukan seharian ini...
- Saluran cerna kita yang membuang tinja dan saluran kemih kita yang membuang air kencing.
- Paru-paru kita yang membuang gas karbondioksida, juga kulit kita yang membuang keringat.
- Hati kita pun bekerja mendukung ratusan proses metabolisme tubuh kita.
Saya jadi teringat beberapa bagian pada buku The Enzyme Factor yang pernah saya baca, terutama tentang pembahasan Sembelit. Penulis buku tersebut adalah Prof. Hiromi Shinya, dokter bedah yang pertama kali melakukan polipektomi (tindakan pemotongan polip pada usus tanpa pembedahan, sehingga berkembanglah cabang ilmu kedokteran Endoskopi Bedah).
Anda tentu sudah tahu tentang Sembelit, bukan? Sebagian besar kita tentu pernah mengalami kondisi susah buang air besar ini. Bisa jadi, pendapat Sang Profesor tersebut ada benarnya dan anjuran beliau ada baiknya. Bahwa Sembelit tersebut merupakan salah satu penyebab karakteristik usus yang buruk.
Dengan bahasa yang mudah saya pahami, gejala Sembelit tersebut merupakan gambaran adanya masalah dengan fungsi pencernaan kita. Bisa jadi, ada kesalahan pada apa saja yang telah kita makan. Bisa jadi pula, ada kesalahan pola makan dan bagaimana kita mengonsumsi makanan...
Seenak dan sebaik apapun makanan, bila sampah hasil pengolahan makanan tersebut tak bisa dibuang oleh tubuh, tentu sampah tersebut akan membusuk dan memproduksi racun di dalam saluran cerna kita. Andai pendapat Profesor tersebut menimbulkan polemik di kalangan dunia medis, tentu pendapat yang sederhana ini tak bisa kita pungkiri, bahwa :
- Orang sakit (apapun) tentu butuh makanan yang dikonsumsi bisa terserap dengan baik guna mendukung pemulihan tubuhnya.
- Orang sehat tentu butuh fungsi pencernaan dan penyerapan makanan pada usus bekerja dengan baik, supaya kesehatannya selalu terjaga.
Pada orang sehat, sebenarnya tidak semua volume tinja berhasil dikeluarkan dari tubuh. Masih ada sejumlah tinja yang masih menempel di dinding usus besarnya. Sembelit akan memperparah keadaan ini. Sisa makanan menjadi lebih mudah dan lebih banyak tertinggal di dalam saluran usus. Sangat mungkin bila bakteri yang seharusnya ikut terbuang bersama sisa makanan menjadi berkembang biak pesat di sini. Akhirnya keseimbangan antara bakteri yang menguntungkan dan merugikan menjadi rusak. Sisa makanan lebih cepat membusuk dan menghasilkan racun di dalam saluran usus.
🏻Tips Mengatasi Sembelit :
- Makan sayuran dan buah. Sayuran dan buah merupakan sumber serat. Serat makanan yang cukup diperlukan untuk memberi volume tinja dan mengikat sampah sisa makanan di dalam usus besar kita, sehingga tinja lebih mudah dibuang.
- Minum air putih yang banyak. Minum air putih yang banyak mencegah tubuh kekurangan cairan yang bisa menyebabkan sembelit. Adanya air menyebabkan tinja lebih lunak, sehingga lebih mudah dibuang dari saluran cerna.
- Olahraga untuk mencegah sembelit. Olahraga bermanfaat untuk menjaga aliran darah dan gerakan usus agar teratur, selain itu bermanfaat untuk mengurangi stress. Kondisi stress bisa menyebabkan sembelit.
- Hindari konsumsi Kopi dan Teh saat sembelit. Kopi dan teh bersifat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga air yang seharusnya mengisi tinja tertarik ke aliran darah dan dibuang melalui saluran kencing.
Produk Herbal Indo Utama untuk ‘Detoksifikasi’ Saluran Cerna :
- Untuk Anak : Madu SyifaKids Mbelit, Madu SyifaKids Nafsu Makan
- Untuk Dewasa : Hiusilangsing, Daun Ungu, Teh Jati Cina.
