Masih lekat dalam ingatan, kejadian sekira sepuluh tahun yang lalu di bangsal Paru sebuah Rumah Sakit. Dugaan saya, kakek berambut putih di depan saya saat itu berusia sekitar 75 tahun. Beliau didiagnosa dokter Paru mengalami PPOK, Penyakit Paru Obstruksi Kronis. Mudahnya, fungsi paru-paru beliau melemah dan mengalami penyumbatan yang parah.
Beliau tampak kesusahan untuk bernapas. Napas tersengal-sengal... Satu tarikan dan satu helaan napas tampaknya berat sekali. Kesadaran beliau mulai turun... Bersama seorang rekan sejawat, kami ditugaskan oleh dokter residen paru untuk memberikan pertolongan. Peralatan medis untuk resusitasi telah siap di ruangan.
Sementara itu, di luar ruangan terdengar suara tangis mulai pecah. Napas sang kakek makin melemah.. kesadaran pun makin tampak tak membaik.Meski upaya resusitasi telah kami berikan, apa daya akhirnya jasad kakek tersebut mulai membujur diam di hadapan kami...
Baiklah... Mari kita perhatikan sistem pernapasan kita...
Secara sederhana, fisiologis sistem pernapasan kita terdiri dari saluran napas dan organ paru. Di dalam paru-paru, oksigen dari udara luar akan diikat dalam anyaman kapiler-kapiler darah. Oksigen yang telah terserap dalam darah tersebut kemudian dibawa ke jantung, lalu diedarkan ke seluruh tubuh sebagai darah yang bersih. Di dalam paru-paru pula, darah yang mengandung karbon dioksida disaring sehingga karbon dioksida bisa dilepaskan melalui hembusan napas kita. Saluran napas kita menghubungkan udara dari luar dengan organ paru, dan sebaliknya. Permukaan saluran napas aktif memproduksi lendir, sehingga senantiasa basah dan tidak terluka akibat terus menerus bergesekan dengan aliran udara.
Bila boleh kita sederhanakan permasalahannya... Problem yang sering dialami penderita gangguan fungsi pernapasan adalah adanya “Peradangan” dan “Lendir yang Berlebih”. Peradangan dan lendir berlebih bisa menyebabkan sumbatan pada saluran napas. Saluran napas yang mengalami peradangan akan menyempit, dan akan bertambah tersumbat bila disertai produksi lendir yang berlebihan. Pada kasus PPOK seperti kasus kakek di atas, problem tersebut masih ditambah adanya kerusakan pada jaringan paru.
Mari kita tinjau beberapa gangguan fungsi pernapasan berikut :
ASMA
Penderita asma mengalami peradangan kronis yang merupakan proses alergi. Saat kambuh, penderita mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dan produksi lendir yang banyak. Sehingga ringkasnya, saluran napas penderita asma tersumbat karena proses peradangan dan penumpukan lendir tersebut. Penderita akan membaik kondisinya, bila proses peradangan dan penumpukan lendir tersebut bisa diatasi. Kondisi asma bersifat kambuhan, maksud saya bila penderita terhindar dari faktor pemicu asma, penderita akan membaik keadaannya, biidznillah.
BRONKITIS KRONIS
Penderita Bronkitis Kronis mengalami keluhan batuk dengan dahak banyak dalam waktu yang lama. Saluran napas penderita pun mengalami infeksi oleh bakteri atau virus. Proses infeksi ini memicu adanya peradangan pada saluran napas, sehingga saluran napasnya menyempit. Penderita diharapkan membaik keadaannya bila proses infeksi, peradangan dan produksi lendir yang banyak bisa diatasi.
TB PARU
Pasien TB Paru mengalami batuk lama dan berdahak yang bisa disertai darah. Proses infeksi oleh bakteri TB terjadi di jaringan paru. Mudahnya, problem utama yang dihadapi penderita tersebut pada saluran napasnya adalah keberadaan infeksi, batuk dan lendir (dahak). Ada problem lain yang dialami, seperti demam, nafsu makan hilang dan berat badan turun. Penderita TB Paru butuh penangan yang komplek supaya keadaannya membaik.
Bila saluran cerna kita mengalami Konstipasi, sebenarnya saluran napas kita yang tersumbat pun mengalami ‘konstipasi’ pula. Herbal-herbal untuk ‘Detoksifikasi’ saluran napas didedikasikan untuk membebaskan saluran napas dari ‘konstipasi’ yang disebabkan oleh peradangan dan produk lendir yang banyak.
PENTING !
> Hentikan Merokok ðŸš
Mungkin anda belum merasakan akibat merokok saat ini... Percayalah, merokok menyebabkan pembuluh darah dan saluran napas perokok menyempit. Efek penyempitan pembuluh darah terjadi di seluruh tubuh. Dinding pembuluh darah menjadi keras dan berkurang elastisitasnya. Hanya tinggal menunggu waktu, penyakit apa yang akan berlomba hinggap, apakah Penyakit Jantung Koroner, Stroke, Hipertensi atau yang lainnya. Asap rokok yang melalui saluran napas memaksa sel-sel di sekujur saluran napas bekerja keras menghasilkan lendir yang banyak untuk mengurangi iritasi. Sangat mungkin kerusakan permukaan sel pada saluran napas itu menjadi pencetus munculnya sel kanker. Tentu kita belum berbicara tentang kandungan zat-zat racun pada rokok...
Tahukah anda, bahwa penderita asma di sekitar anda yang merokok, bisa kambuh dan kesulitan bernapas karena menghirup asap rokok? Saluran napasnya segera menyempit dan asma pun kembali menyerang... Penderita PPOK dengan kerusakan organ paru dan penyempitan saluran napas sering memiliki riwayat terpapar asap rokok.
TIPS :
- Hindari Penyebab Alergi
Penderita gangguan pernapasan yang disebabkan alergi sebaiknya menghindari paparan penyebab alerginya. Alergi akan memicu peradangan sehingga menimbulkan sumbatan saluran napas. Alergi bisa disebabkan oleh paparan debu, asap kendaraan, makanan, atau udara dingin.
- Jangan Buang Ludah di Sembarang Tempat
Ludah berpotensi sebagai media penularan penyakit infeksi saluran napas. Ludah yang kering kemudian sebagian materinya terbawa angin, bisa pula menularkan penyakit. Buanglah ludah (misal di lubang WC), lalu siram dengan air yang banyak.
- Tepuk Daerah Dada atau Punggung
Menepuk dada atau punggung dengan tepukan lembut bermanfaat untuk membantu mengeluarkan lendir dari saluran napas.
Herbal-herbal produk Herbal Indo Utama untuk ‘Detoksifikasi’ Saluran Napas :
- Gurahfluba
- Fitogura
- Mengkudu
- Androbi
- Cakar Ayam
- Daun Dewa
Catatan : secara tradisional, herbal-herbal di atas ada yang berfungsi untuk meluruhkan dahak, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, dan membantu menghentikan pendarahan.
