Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Herbal Diuretik Alami Penghancur Batu Ginjal

Herbal Diuretik Alami Penghancur Batu Ginjal
Penduduk Jawa sudah lama mengenal kumis kucing sebagai penyembuh penyakit gangguan ginjal, batu ginjal, nyeri sendi dan kencing berdarah. Di Eropa kumis kucing dipakai sejak abad ke-19 sebagai obat kencing. Kumis kucing telah lama dipercaya membantu pembuangan racun dalam tubuh tanpa gejala dehidrasi, sekaligus mempelancar fungsi ginjal. Masyarakat juga mengenal tanaman ini sebagai obat penyakit batu ginjal, asam urat, batuk, encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, kencing manis, dan sifilis. Daun kumis kucing mengandung kalium dan glikosida orthosifonin, yang berkhasiat melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Kini telah hadir herbal kumis kucing produk Herbal Indo Utama. Merupakan herbal 100 % alami dan tidak mengandung bahan kimia obat (BKO) yang Insya Allah berkhasiat untuk:
  • Infeksi ginjal akut dan kronis,
  • Infeksi kandung kencing (sistitis)
  • Kencing batu
  • Sembab karena timbunan cairan dijaringan (edema)
  • Kencing manis (diabetes mellitus)
  • Tekanan darah tinggi(hipertensi), dan 
  • Rematik gout
Sifat dan Khasiat

Herba kumis kucing rasanya manis sedikit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat sebagai antiradang, puluruh kencing (diuretic), menghilangkan panas dan lembap, serta menghancurkan batu saluran kencing.

Kandungan Senyawa Aktif

Kumis kucing memiliki rasa sedikit pahit, agak asin, sepet, dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam kumis kucing di antaranya zat samak, minyak atsiri, orthosiphonglikosida, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium(0,6 – 3,5%), dan myoinositol. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kumis kucing diantaranya antiradang, peluruh seni(diuretic), dan penghancur batu saluran kencing.

Efek Farmakologi
  • Antihipertensi
Sebuah riset untuk menguji pengaruh pemberian campuran ekstrak daun salam Syzigium polyantha dan kumis kucing Orthosiphon aristatus terhadap tekanan darah tikus putih jantan yang dibuat hipertensi dilakukan oleh Kurnia Agustini, Firdayani, dan Susi Kusumaningrum dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Farmasi dan Medika, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri Dan Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 40 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok. Tikus diberi NaCi 2,5% untuk menginduksi terjadinya hipertensi. Daun salam dan kumis kucing diblender dan dibuat menjadi ekstrak. Pemberian ekstrak pada tikus perlakuan dilakukan secara oral. Pada hari ke-36 tikus diukur tekanan darahnya secara langsung. Ternyata formula campuran kedua bahan alam itu memiliki efek penurunan tekanan darah pada tikus. Efek maksimum dari formula campuran ekstrak tersebut dicapai pada dosis 100 mg/200 gBB.

Diduga kemungkinan mekanisme penurunan tekanan darah terjadi karena daun salam dan kumis kucing berefek diuresis. Zat-zat yang bersifat dieresis dapat menambah kecepatan pembentukan urin atau meningkatkan jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air. Fungsi utama diuresis adalah memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga cairan ekstrasel dan tekanan darah kembali normal. Selain itu, daun salam dapat menurunkan kontraktilitas arteri, yang dinyatakan dengan penurunan amplitudo kontraksinya, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Sebuah uji klinis campuran kumis kucing dan seledri berhasil membuktikan efektivitas kedua herba melawan hipertensi. Seledri memiliki efek seperti calcium antagonis (berpengaruh terhadap tekanan darah). Bahan-bahan yang bekerja dengan cara calcium antagonis beraktivitas pada resiptor pembuluh darah dan akan member efek relaksasi. Pada penderita hipertensi, saat tekanan dara naik maka pembuluh darah akan mengencang. Normalnya hanya berdenyut-denyut saja. Dengan pemberian seledri pengencangan ini bisa dihambat. Sementara itu kumis kucing bekerja sebagai betha blocker (berpengaruh terhadap tekanan darah dan serangan jantung).
  • Peluruh batu kandung kemih.
Sebanyak 40% pasien dari total 23 pasien mengalami pengecilan ukuran batu kandung kemih hingga 0,5 cm setelah rutin mengkonsumsi kumis kucing. Hasil riset ini dikemukan oleh beberapa ahli dari berbagai negara di Asia. Zat-zat seperti sinensetin, glikosida, saponin, sapofonin, orthosipon glikosa, garam kalium, dan myoinositol lah yang bertanggung jawab sebagai antiinflamasi, diuretik, dan penggelontor endapan dalam ginjal.

Aturan minum:

Untuk pengobatan

3 x sehari 1 – 3 kapsul sampai sembuh
untuk hasil maksimal minum sampai 5 botol.
Untuk pencegahan
2 x sehari 2 kapsul
Herbal kumis kucing bisa digunakan sebagai herbal terapi utama atau terapi penunjang

Anjuran:

-Memperbanyak minum air putih
-Olahraga teratur dan pola hidup sehat
-Hindari ketegangan otak / stress
-Lakukan terapi hijamah / bekam
-Istirahat yang cukup
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top