Kedua aspek yin-yang saling beroposisi, berkaitan dan boleh dikatakan yin-yangmenggambarkan dua aspek yang saling beroposisi dari suatu hal yang sama. Umumnya yang untuk menunjukan hal yang berenergi lebih tinggi seperti bergerak, arah keluar, arah ke atas, hangat-panas, terang benderang, merangsang dan terangsang. Sementara itu yin untuk menunjukan hal yang berenergi lebih rendah, seperti berdiam diri, arah ke dalam, ke bawah, dingin, gelap, menggumpal, tertekan, dan lembab.
Empat keunikan sifat dan hubungan yin-yang
1. Yin-yang saling beroposisi dan mengekang
Segala hal mempunyai dua aspek yang saling beroposisi yaitu yin danyang. Kedua aspek itu saling menghambat, saling mengekang dalam keseimbangan dinamis. Misalnya ; panas dapat mengusir dingin, dingin dapat menurunkan panas. Jika tidak memiliki panas yang memadai tubuh akan menjadi sangat dingin. Pada tubuh kita, fungsi rangsangan yang dan penghambatan yin saling mengekang secara seimbang. Dan jika keseimbangan itu hilang, salah satu akan hiperaktif dan timbullah masalah kesehatan.
2. Yin-yang saling menghasilkan dan memanfaatkan.
Yin-yang tidak dapat berdiri sendiri, dan tidak dapat terlepas dari hubungan yang lain. Satu pihak memerlukan dan mengandalkan pihak lain untuk dapat eksis secara relatif. Itulah hubungan saling menghasilkan. Jika kita tidak tahu tentang dingin (yin), maka tidak dapat tahu tentang panas (yang). Satu dibandingkan dengan yang lain barulah dapat diketahui keberadaannya. Dengan kata lain, yang satu menghasilkan yang lainnya. Jadi, disebutkan saling memanfaatkan.
Menurut teori yin-yang, tubuh kita sebagai satu kesatuan berkaitan erat dengan fungsi dari setiap bagian tubuh. Disatu pihak aktivitas tubuh (yang) dipelihara oleh materi tubuh (yin). Dan dipihak lain, wujud materi tubuh (yin) membutuhkan aktivitas tubuh (yang). Dan itulah hubungan saling menghasilkan dan memanfaatkan.
3. Yin-yang hilang timbul secara imbang
Keseimbangan yin-yang tidak statis tetapi berubah dalam rentang dan batasan tertentu. Pada saat tertentu yin tumbuh dan yang susut. Disaat lain yang tumbuh dan yin susut. Hal ini jelas pada peralihan empat musim, yaitu dari musim dingin ke musim semi, musim semi ke musim panas. Dingin (yin) berkurang atau susut dan panas (yang) bertambah atau tumbuh. Dan hal sebaliknya dari musim panas ke musim gugur dan musim gugur ke musim dingin.
4. Yin-yang saling bertransformasi
Pada saat yin atau yang bergerak ke arah ekstrem, akan berubah arah dan bertransformasi menjadi sifat pihak lainnya. Kondisi hal ekstrem pasti berbalik hanya terjadi pada situasi yang sangat ekstrem. Misalnya, saat musim panas mencapai puncaknya maka cuaca tidak akan bertambah panas lagi, melainkan berbalik menjadi makin sejuk. Demikian pula apabila musim dingin mencapai puncaknya, akan berbalik menjadi makin hangat. Dan ini merupakan awal dari energi transformasi. Pertukaran antara eksitasi (perangsangan) dan inhibisi (penghambatan) pada faal tubuh kita juga mencerminkan transformasi ini.
Aplikasi teori yin-yang pada organ tubuh
TCM menganggap tubuh manusia sebagai kesatuan organik, memiliki juga sifat yin-yang yang saling beroposisi namun menyatu. Organ dalam tubuh, fungsi dan lokasinya dapat dibedakan menjadi yin dan yang. Umumnya tubuh bagian atas (yang), bagian bawah (yin), permukaan tubh (yang), bagian dalam tubuh (yin), keempat ekstremetas bagian lateral (yang), bagian medial (yin), enam organ fu (yang), lima organ zang (yin). Namun yang perlu diingat setiap organ juga memiliki unsur yin dan yang sendiri. Misalnya, yin-jantung dan yangjantung, yin-ginjal dan yang-ginjal, dll.
1. Eksterior dan interior
a. Bagian eksterior tubuh (biao) termasuk kulit dan otot serta yang diantara keduanya (cou-li) bersifat yang
b. Bagian interior tubuh (li) yang terdiri dari organ internal bersifat yindan berfungsi menutrisi tubuh
2. Tubuh atas dan bawah pinggang
a. Daerah bagian atas pinggang mempunyai sifat yang dan mudah terkena patogen yang seperti angin.
b. Daerah tubuh bawah pinggang bersifat yin dan mudah terkena patogen bersifat yin seperti lembab.
3. Organ dalam
a. Organ dalam bersifat yang memiliki fungsi transformasi, mencerna dan mengekskresi dan transfotasi.
b. Organ dalam yang bersifat yin berfungsi menyimpan sari pati makanan yang diolah oleh organ yang
4. Kepala dan badan
a. Kepala adalah tempat berkumpulnya semua meridian yang. Hal ini menunjukan energi yang cenderung naik, semisal patogen panas dan api akan cenderung naik ke atas yang menyebabkan muka merah atau mata merah. Kepala juga mudah dipengaruhi oleh unsur patogen yangyang lain seperti angin.
b. Sedangkan bagian tubuh selain kepala seperti dada dan abdomen bersifat yin. Dimana mereka mudah dipengaruhi oleh patogen yang bersifat yin seperti dingin dan lembab.
5. Qi dan xue
a. Qi bersifat yang jika dihubungkan dengan xue. Dan xue yang berasal dari qi dan dalam bentuk yang lebih padat bersifat yin.
b. Qi mempunyai sifat menghangatkan, melindungi, mentransformasi dan menaikan. Dimana fungsi tersebut bertipe yang.
c. Xue memiliki fungsi menutrisi dan melembabkan yang bertipe yin.
6. Weiqi dan yingqi
a. Weiqi bersifat yang apabila dihubungkan dengan qi-nutrisi (yingqi).
b. Weiqi bersirkulasi dikulit dan otot serta memiliki fungsi melindungi dan menghangatkan tubuh.
c. Yingqi bersifat yin. Bersirkulasi di organ internal dan memiliki fungsi menutrisi tubuh.
Aplikasi yin-yang dalam pengobatan
1. Aplikasi yin-yang dalam pengobatan (api dan air)
- Api membantu jantung untuk merumahkan shen
- Api menyediakan kehangantan pada limpa untuk melakukan proses transfortasi dan transformasi sari makanan.
- Api menyediakan panas untuk kandung kemih untuk transformasi dan pengeluaran cairan.
- Sumber api dalam tubuh adalah mingmen (gerbang api yang terletak di ginjal).
- Sedangkan air tubuh berasal dari ginjal juga. Oleh karena itu, ketika air tubuh berkurang, maka api tubuh akan eksesif. Karena api cenderung bergerak ke atas maka manifestasi klinis yang mungkin nampak adalah mata merah, muka merah, sakit kepala, rasa haus dll.
- Juga sebaliknya jika air berlebihan maka ia akan bergerak ke bawah dan bermanifestasi menjadi oedema, banyak buang air seni dan inkontinensi.
- Gejala kering seperti mata kering, tenggorokan kering, kulit kering atau fases kering mengarah ke yang-ekses atau defisiensi yin
- Gejala basah seperti mata berair, hidung berair, atau diare mengarah keyin-ekses atau defisiensi yang.
a. Dimana suatu fungsi mengalami hiperaktivitas maka hal tersebut menunjukan yang ekses. Dan kebalikannya jika suatu aktivitas menunjukan hipoaktivitas maka arahnya yin-ekses.
b. Detak jantung yang cepat mengindikasikan yang-ekses sedangkan detak jantung lambat yin-ekses
c. Jika seseorang bergerak, berjalan, dan berbicara cepat hal itu menunjukan yang-ekses, dan jika lambat mengarah pada yin-ekses.
d. Jika gejala dan tanda muncul tiba-tiba dan cepat berubah maka hal tersebut mengarah ke kondisi yang sedangkan jika muncul perlahan atau gradual mengindikasikan kondisi yin
Aplikasi teori yin-yang pada fungsi faal
Menurut ilmu TCM, dengan mengatur keseimbangan yin-yang akan tercapai kesehatan tubuh. Materi tubuh kita termasuk (yin), aktivitas tubuh kita termasuk (yang). Dalam keadaan sehat keduanya dalam keadaan keseimbangan dinamis, berhubungan saling menghasilkan dan saling mengekang. Disatu pihak aktivitas tubuh bergantung pada materi tubuh, dan materi tubuh dihasilkan dari aktivitas tubuh.
Aplikasi pada kondisi patologis
TCM menganggap diskoordinasi yin-yang adalah sebab utama penyakit. Apabila satu pihak berlebih, pihak lain akan berkurang, maka timbullah penyakit. Banyak faktor yang dapat menimbulkan penyakit. Ini terkait dengan keseimbangan dan koordinasi antara zhengqi (qi-pokok tubuh) dan xieqi atau bingxie (penyebab penyakit). Zhengqi adalah daya imunitas tubuh dan daya rehabilitasi tubuh. Zhengqi mencakup yangqi (fungsi dan energi faali) dan yinye (materi tubuh dan cairan faali). Xieqi mencakup semua faktor yang mempengaruhi balans tubuh dan menyebabkan penyakit, termasuk cuaca, diet dan pekerjaan. Jadi penyebab penyakit menurut TCM terutama ada dua yaitu kelemahan zhengqi dan kelebihan penyebab penyakit. Dan pertarungan antara zhengqi dan penyebab penyakit menjelaskan perubahan yang terjadi pada penyakit.
Aplikasi dalam diagnosis penyakit
TCM mendiagnosa penyakit melalui diferensiasi sindrom. Diferensiasi sindrom merupakan klasifikasi jenis diskoordinasi yin-yang pada penderita. Klasifikasi yang paling dasar adalah menggolongkan sindrom menjadi delapan jenis, yaitu biao-li (permukaan-dalam), han-re(dingin-panas), dan xu-shi (lemah-kuat).
Sementara itu, gejela yin berupa inhibisi (kondisi terhambat), tenang, dingin, penyakit berkembang ke dalam, kebawah, melemah dan memburuk. Sedangkan gejala yang tampil sebagai eksitasi (kondisi terangsang), seperti gerakan gelisah, panas, penyakit berkembang ke luar, ke atas, menguat dan membaik.
