Penjelasan delapan dasar diagnosa
Telah diungkapkan di atas, bahwa sesungguhnya delapan
dasar diagnosa itu hanyalah dua buah dasar diagnosa yaitu, yin dan yang.
Oleh karena itu, penggolongan terhadap data yang telah dikumpulkan, tindakan
pertama adalah menggolongkannya pada salah satu dasar diagnosis tadi (yin-yang).
Yang mana secara umum, kedua dasar diagnosis ini memberikan gambaran
keseluruhan penyakit, daya tahan tubuh, penyebab penyakit, letak proses
patologis, jenis patologis sampai pada prognosisnya. Contoh penggolongannya,
Pasien dengan nadi tenggelam, lambat tak bertenaga
digolongkan ke dalam sindrom yin.
Sedangkan pasien dengan nadi mengambang cepat
bertenaga, digolongkan ke dalam sindrom yang.
2.
Dasar diagnosis
han (dingin) dan re (panas).
Dengan dasar diagnosis ini, ditentukan jenis dan sifat
fenomena patologis yang diperlihatkan tubuh dalam keadaan sakit. Dan
selanjutnya menentukan cara pengobatannya. Pada sindrom (han), digunakan
moksibasi sedangkan pada sindrom (re) menggunakan akupuntur. Contoh
penggolongannya,
Pasien dengan gejala haus, suka minum, suka dingin,
badan panas, gelisah, muka merah, urine kuning tua, konstipasi, selaput lidah
kuning merupakan gejala dari sindrom panas (re). sedangkan pasien dengan
sindrom dingin (han) menampakan gejala tidak haus, menyukai yang hangat, kaki
dan tangan dingin, urine banyak dan jernih, diare dll.
3.
Dasar diagnosis
xu (defisiensi) dan shi (ekses)
Kedua dasar diagnosis ini digunakan untuk menentukan
kuat-lemahnya daya tahan tubuh dan kuat lemahnya serangan penyebab penyakit
atau besar-kecilnya perubahan patologis yang terjadi pada tubuh pasien. Dan
dengan dasar ini pulalah ditentukan cara pengobatan yaitu,
a.
Penguatan
(tonifikasi) untuk sindrom xu (defisiensi)
b.
Pelemahan
(sedasi) untuk sindrom shi (ekses).
Menurut huang di neijing “nadi lemah, kulit dingin,
nafas pendek, diare, miksi banyak dan tidak ada napsu makan merupakan lima xu.
Sedangkan nadi kuat, kulit panas, perut kembung, konstipasi dan urine sedikit
serta sesak merupakan lima shi.
4.
Dasar diagnosis
li (dalam) dan baiao (luar)
Dengan dasar diagnosis ini dapat ditentukan letak
perubahan patologis dalam tubuh penderita dan perjalanan penyakitnya. Permukaan
tubuh, kulit, dan otot adalah biao sedangkan rongga dada, rongga perut serta
organ zang-fu adalah li. Penyebab penyakit luar (ppl) masuk ke dalam tubuh
dikatakan dari biao ke li. Sedangkan perubahan dari li ke biao menandakan
adanya proses penyembuhan.
Langkah-langkah menegakan diagnosis
1.
Lakukan empat
cara pemeriksaan
2.
Tentukan imbalan yin atau yang
3.
Menentukan type
penyakit, dingin atau panas
4.
Menentukan jenis
penyakit defisiensi atau ekses
5.
Menentukan letak
patologis penyakit li (dalam) atau biao (luar).
6.
Menentukan letak
kelainan di organ atau di meridian atau mungkin di orang dan di meridian.
7.
Tetapkan terapi
a.
Jika xu
ditonifikasi
b.
Jika shi disedasi
c.
Jika sindrom
dingin di moxibasi
d.
dll
Interdependensi yin-yang
Meskipun
saling berlawanan namun yin dan yang saling membutuhkan satu sama lain. Organ yin bergantung
kepada organ yang dalam
hal memproduksi qi dan xue ketika proses transfortasi dan transformasi makanan
berlangsung. Dan begitu pula organ yang bergantung kepada organ yin ketika mereka membutuhkan nutrisi yang berasal dari
xue dan jing yang disimpan dalam organ yin.
Interdependensi yin-yang
(struktur-fungsi)
1.
setiap organ
mempunyai struktur (yin) yang mempresentasikan organ
itu sendiri dan setiap organ mempunyai fungsi (yang)
yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh struktur.
2.
Sebagai contoh
organ hati mempunyai struktur organ itu sendiri dan mempunayi fungsi menyimpan
xue.
3.
Fungsi lain dari
hati adalah menjamin pergerakan halus diseluruh tubuh. Dengan pergerakan
qi-halus yang harmonis maka akan menjamin penyimpanan xue dengan benar. Hal ini
yang dikatakan dengan fungsi membantu struktur.
4.
Tanpa struktur yin sebuah
organ tidak dapat menjalankan fungsinya. Dan tanpa fungsi yang maka struktur akan mengalami disharomini.
