Pinggang memang bagian tubuh yang penting. Tulang-tulang, yang berguna sebagai dasar pinggang adalah tulang pinggul. Tulang-tulang ini terdiri dari tulang-tulang usus kanan dan kiri, tulang kelangkang dan tulang ekor. Sungguh mengejutkan, bahwa hanya satu atau kurang dari satu orang dalam seribu yang mempunyai tulang pinggul dalam bentuk teratur. Pada kebanyakan orang tulang pinggul dislokasi 1-2 cm. karena ada dislokasi pada fundamen yang penting dalam tubuh manusia, ini pasti akan membawa pengaruh buruk pada seluruh tubuh. Sebagian orang tampak sehat-sehat barangkali mempunyai tulang pinggul dalam posisi yang tidak lazim. Sekalipun mereka sekarang belum merasakan sesuatu tak beres pada dirinya, dengan lewatnya waktu fenomena yang tidak normal akan semakin nyata dan mengakibatkan penyakit-penyakit.
Kapan bermulanya dislokasi tulang pinggul
Dislokasi tulang pinggul 99 persen pada penderita dimulai sejak lahir. Sebab mereka datang dari saluran kelahiran ibunya, yang mempunyai dislokasi semacam itu. Saluran kelahiran itu berbentuk huruf lambda, dan otot tersebut relatif keras, yakni kekurangan kelenturan pada saluran tersebut. Janin yang otot-otot dan tulang-tulangnya sangat lunak, terpelintir ketika melewati saluran yang bengkok dan keras. Justru pada saat itu tulang-tulang pinggul terdislokasi.
Selain sejak lahir, boleh jadi ada kasus-kasus lain yang menjadikan dislokasi tulang pinggul. Bisa terjadi kalau orang terjatuh atau tabrakan. Akan tetapi terjadinya dislokasi secara itu tidak terlalu besar daripada kasus sejak lahir. Dari hasil angket menunjukan bahwa hampir 58 persen anak-anak SMU menderita dismenorea ( sakit diwaktu haid ). Sebabnya terletak pada, mereka dipengaruhi oleh ibu-ibunya pada waktu melahirkan. Adalah masalah yang serius, bahwa anak-anak yang menderita penyakit semacam itu harus kawin dan melahirkan anak. Oleh karena itu saya berharapagar semua akan tahu, bahwa seluruh kehidupan anak-anak tergantung dari tulang pinggul ibunya.
Bagaimana dislokasi tulang pinggul menyebabkan berbagai penyakit
Rumah harus mempunyai dasar, tiang-tiang dan atap, dan sudah barang tentu dasar itu harus kokoh. Dengan dasar yang buruk, cepat atau lambat akan roboh, betapa kuat tiang-tiangnya, betapa mewah atapnya.
Tubuh manusia justru seperti rumah, tulang-tulang pinggul sebagai dasarnya, dan tulang belakang sebagai tiang. Apabila tulang pinggul dislokasi, maka tulang belakang bengkok. Tulang belakang terdiri dari 26 tulang vertebrata, adalah bagian tubuh manusia yang mudah dislokasi. Tulang-tulang vertebrata jika dislokasi, maka mulai menekan sistem syaraf tulang belakang dan kemudian menekan dasar dari saraf-saraf lainnya. Alhasil timbullah rasa sakit pada bagian-bagian yang tertekan atau gangguan pada organ-organ yang dikendalikan oleh saraf tersebut.
Lagi pula dislokasi tulang vertebrata mengkerutkan ligamen-ligamen dan otot-otot, mengganggu peredaran darah dan getah bening. Lalu muncullah banyak penyakit. Mungkin anda berfikir, bahwa penyakit yang sirkulasi itu bisa disembuhkan dengan membetulakn tulang-tulang vertebrata yang dislokasi. Tetapi saya jawab tidak. Sebab tulang pinggul adalah masalah. Jika tulang pinggul sebagai dasar tidak dibetulkan maka semua usaha untuk meluruskan tiang-tiang dan menyusun kembali atapnya akan sia-sia.
Terapi yumeiho adalah yang paling aman
Terapi yumeiho adalah terapi alami yang mencegah penyakit dan menghilangkannya sekaligus. Dengan terapi ini kita memijat bagian tubuh yang bersangkutan untuk meningkatkan daya kemampuan tubuh yang alami terhadap penyakit dan mencapai tujuan menyembuhkan dan mencegah penyakit. Dengan terapi ini tidak perlu obat, injeksi dan operasi, lagi pula tidak ada efek sampingan. Dengan tangan telanjang kita bisa menyembuhkan dan mencegah penyakit. Selama penyembuhan terapis menggunakan kedua tangannya untuk memeriksa lunak dan kaku otot-otot penderita, mempergunakan matanya untuk menyelidiki wajah dan warna kulit, dan menggunakan telinganya untuk mendengarkan kertak pada pembetulan. Semua ini bermaksud untuk mengurangi rasa sakit pasien dan memperoleh hasil penyembuhan yang baik.
Terlalu dini menyatakan bahwa itu fenomena usia
“Tiada sesuatu yang dapat membantu anda terhadap kesedihan anda, karena itu adalah faktor usia”. Seorang yang berusia sekitar 70 tahun naik pitam atas pernyataan kasar dokternya.
Memang benar, tulang-tulang, otot-otot dan organ-organ lainnya akan mundur pada saat manula, tapi saya pikir, masih pagi kalau kita langsung saja memvonis semua penyakit yang menimpa kita itu karena faktor usia. Karena para manula yang memperoleh terapi yumeiho, terbebas dari terbebas dari gejala-gejala tersebut tanpa kecuali. Malah penyakit-penyakit kronis para manula seperti nyeri lutut, sakit tulang duduk bisa di sembuhkan. Biasanya para manula bisa segera sembuh sebab mereka mungkin mempunyai tubuh yang lentur karena usia lanjut. Dokter berkata, “ anda tak bisa bebas dari sakit itu”. Harus menarik ucapannya. Alih-alih menakuti, ia harus mengerti bahwa rasa sedih bisa dihilangkan kalau cara penyembuhannya cocok digunakan.
Apa yang menentukan konsistensi tubuh? Menurut pandangan saya, konsistensi tubuh diperoleh dan ditentukan oleh lokasi tulang pinggul sejak lahir. Sudah barang tentu media juga banyak mempengaruhi konsistensi tubuh, tapi saya berpegang teguh pada pendirian saya, bahwa dislokasi tulang pinggul berpengaruh langsung pada konsistensi tubuh. Menangani dislokasi tulang pinggul dengan terapi yumeiho bisa memperbaiki segala konsistensi tubuh, seperti halnya penderita-penderita lemak, kurus, takut udara dingin, organ dalam yang melorot, hipotensi, hipertensi, terlalu sensitif, diabetes, dan kanker.
Harus diakui, memang ada perbedaan di antara manusia. Apakah seorang pasien bisa memperbaiki konsistensi tubuhnya, itu tergantung dari kemampuan menyembuhkan diri sejak lahir. Bila ada kemempuan semacam itu, kesembuhan sudah dapat dilihat sebelumnya. Jadi terapi yumeiho adalah metode yang terbaik untuk menyingkap kemampuan –kemampuan menyembuhkan diri yang masih ada.
