Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Obat Sariawan Pada Anak Yang Musti Ibu Coba

Obat Sariawan Pada Anak Yang Musti Ibu Coba
Sariawan adalah radang pada lapisan jaringan yang meliputi mulut. Hal ini bisa terjadi di gusi, lidah, bibir, dan dasar mulut. Umumnya, menimbulkan rasa nyeri, kemerahan, pembengakan, dan kadang perdarahan pada daerah yang terkena. Peradangan bisa disebabkan keadaan mulut itu sendiri, seperti kebersihan yang buruk, terbakar makanan/minuman panas, atau akibat pengobatan, reaksi alergi, atau infeksi.

Ada 2 tipe sariawan yang paling sering dialami anak, yakni herpes stomatitis (disebabkan virus herpes simpleks) dan stomatitis aftosa (sering kali dihubungkan dengan sariawan pada penderita kanker). Anak bisa terkena beberapa tipe dan mengalaminya selama beberapa kali. Sariawan herpes bisa muncul pada anak umur antara 6 bulan sampai 5 tahun, tapi tersering pada umur 1 - 2 tahun yang belum pernah terpapar virus herpes. Nah, stomatitis aftosa lebih banyak pada anak wanita, dengan puncak umur 10 - 19 tahun. Dan, anak pada golongan sosial ekonomi tinggi lebih sering terserang.

Apa saja gejalanya? Gejala herpes stomatitis adalah demam (38,3 - 40°C) muncul 1 - 2 hari sebelum sariawan dan ada luka. Anak akan rewel, lemah, ada sariawan di mulut (di lidah atau langit langit, serta luka kecil berwarna putih keabuan di tengah dan kemerahan di pinggir), gusi bengkak (nyeri dan bisa berdarah), nyeri mulut, ngiler, sulit menelan, serta napas bau. Gejala stomatitis aftosa antara lain rasa terbakar atau tidak nyaman di mulut, sebelum muncul gejala lain, seperti bercak kulit pada selaput lendir mulut, yang dimulai dengan bintik merah atau bengkak, yang menjadi luka kecil (bisa 1 atau berkelompok). Luka terasa nyeri, dengan warna kuning di tengah dan merah terang di pinggir sariawan.

Untuk menyiasatinya, lakukan diet tertentu. Misalnya, konsumsi makanan tinggi vitamin B (keju, mentega, dan yogurt) serta suplemen asam folat, zat besi, atau vitamin B12. Selain itu, memelihara kebersihan mulut, hindari makanan bersudut tajam (kacang, taco, atau keripik kentang), dan menggosok gigi dengan lembut menggunakan sikat gigi lunak. Bila sikat gigi menimbulkan nyeri, anak harus berkumur dengan air tawar setiap selesai makan. Apa lagi? Hindari makanan panas dan pedas dan lakukan pembersihan mulut ringan dengan air garam atau yang tersedia di apotik. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, oleskan obat pada luka. Obat ini bisa dibeli di apotik.

Kapan ke dokter? Bawalah jika anak tidak mampu menelan dan minum, demam tinggi, kesadaran menurun, rewel, serta gejala tidak membaik setelah 3 hari. Bila tampak dehidrasi, segera bawa ke rumah sakit. Gejala dehidrasi antara lain bibir kering, tidak ada air mata ketika menangis, mata cekung, tidak pipis setelah 8 jam, serta urin terlihat pekat. Bawa juga kalau si kecil sangat lemah, terlihat capek, atau sulit dibangunkan.

Sariawan bisa dicegah dengan menjaga kebersihan rongga mulut (juga menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan dental floss secara teratur), , kontrol teratur ke dokter gigi, dan mempunyai kebiasaan makan yang baik. Karena banyak orang tua dan anak yang bisa membawa virus herpes, dan bisa menularkan meski mereka tidak menunjukkan gejala, tidak ada cara yang praktis untuk mencegah sariawan yang disebabkan herpes. Meski begitu, Anda bisa meminta anak untuk menolak dicium, memakai alat makan bersama, atau bermain dengan penderita infeksi aktif virus herpes.

Dilihat dari gejala dan penyebabnya, gangguan sariawan bisa berupa:


Lidah berjamur (Orapharyngeal Camdidiasis)

Gangguan ini sering dialami oleh bayi dengan gejala lidah berwarna putih tebal. Biasanya, hal ini dikaitkan dengan susu. Setelah menyusui, lidah bayi memang menjadi kotor oleh susu yang melekat pada lidah. Bila tidak sering dibersihkan, hal itu akan menjadi tempat yang baik bagi jamur untuk berkembang biak, yang lama kelamaan akan semakin menebal dan menimbilkan rasa perih. Cara menghilangkan jamur di lidah si kecil, bisa menggunakan kain kassa basah yang diusapkan secara perlahan pada lidah. Bila jamur sudah menebal, bekas yang ditinggalkan oleh usapan biasanya berupa warna merah seperti meradang. Umumnya, anak akan merasa sakit bila lidahnya dipaksa untuk bergerak, misalnya untuk mendorong makanan. Untuk mencegah tumbuhnya jamur pada lidah dapat dilakukan dengan menyeka lidah dan gusi secara teratur atau memberi air putih pada bayi setelah menyusu.

Bibir kering dan pecah-pecah (Cheilitis)

Pada anak-anak, gejala gangguan ini diikuti dengan rasa panas di seputar bibir. Penyebabnya adalah zat-zat tertentu pada makanan atau pada mainan yang langsung mengenai bibir.Atau, bisa juga karena bibirnya peka terhadap sinar matahari. Kondisinya akan menjadi lebih parah bila bibir silih berganti dibasahi dengan lidah kemudian kering dengan sendirinya karena angin, terutama pada saat cuaca dingin. Untuk mencegahnya, dapat menggunakan salep khusus secara teratur.

Mukosel (Mucocele)

Sariawan jenis ini berupa gelembung-gelembung kecil kebiruan, terletak di bibir bawah dan jarang menyerang bibir atas, langit-langit mulut, selaput lendir, lidah dan dasar mulut. Gelembung-gelembung ini bisa bertahan lama sampai sebulan lebih sebelum akhirnya pecah. Gejala ini bisa terjadi berulang-ulang.

Lidah retak (Fissured tongue)

Lidah retak merupakan kelainan bentuk yang berupa kerutan-kerutan atau lekukan-lekukan pada permukaan lidah bagian belakang. Kelainan bawaan yang disebabkan oleh penyatuan dua bagian lidah yang tidak sempurna ini, cukup sering dialami oleh anak-anak. Penyebabnya, bisa karena infeksi, luka, kurang gizi atau kurang vitamin A. Banyak juga penderita gangguan ini yang mempunyai peta atau gambaran pada lidahnya. Bila tidak dirawat dengan hati-hati, makanan dapat terperangkap di dalam belahan, yang mengakibatkan iritasi, radang dan membusuk sehingga menimbulkan bau busuk pada mulut.Untuk mencegah agar tidak terjadi pembusukan, lidah perlu dibersihkan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.

Luka-luka sariawan (Aphthous Stomatitis)

Gangguan ini biasanya disertai dengan rasa sakit pada bibir atau selaput lendir di lidah dan bagian lidah, langit-langit mulut atau selaput lendir pada gusi. Luka-lukanya berwarna kemerahan. Umumnya, penderita sariawan jenis ini memiliki latar belakang keluarga yang memiliki gangguan seperti ini.
Banyak faktor penyebab luka-luka sariawan yang kondisinya menunjukkan gangguan pada mulut. Misalnya saja, trauma, stres, kurang zat besi atau ferritin, kurang vitamin B12.

Lidah berpeta (Gegraphic Tongue)

Gangguan ini ditandai dengan adanya garis-garis tegas pada lidah yang bisa hanya satu atau dua garis tebal, tidak teratur, lembut, dan bercak-bercak merah. Hal ini disebabkan oleh berhentinya pertumbuhan butiran-butiran yang berbentuk seperti benang pada lidah dan permukaan jaringan penutup, serta adanya garis abu-abu yang menghalangi butiran-butiran tersebut, yang semain lama semakin menebal.
Gejala gangguan ini adalah adanya luka atau iritasi di lidah, atau bisa juga keduanya. Kondisinya bisa menjadi lebih buruk bila penderita mengalami stres atau memakan makanan panas atau minuman panas, menderita anemia, diabetes mellitus, serta dermatitis (penyakit kulit) turunan. Sariawan ini tidak dapat diobati selain harus tenang. Umumnya penderita sariawan ini memiliki kecenderungan alergi, seperti asma. Pada suhu dingin, banyak anak-anak yang memiliki kecenderungan alergi akan mengalami gangguan sariawan ini.

Sebenarnya sariawan itu tidak selalu ada obatnya


Mengingat penyebab sariawan sangat beraga dengan gejala yang berbeda, maka penanganannya pun sebaiknya melalui pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, mengobati sariawan dengan mengkonsumsi vitamin C tidak selalu tepat.

Penyebab sariawan penting untuk diketahui sebelum menentukan pengobatannya, karena sariawan tidak selalu berdiri sendiri. Sariawan yang disebabkan oleh stres, biasanya terjadi berulang dan tidak dapat diobatiselain mencari dahulu penyebab stresnya. Penyebab stres pada anak-anak memang sulit diketahui meskipun hal ini mungkin saja terjadi. Meskipun sariawan tidak berbahaya bagi anak-anak, tetapi hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena, salah satu akibat gangguan ini adalah anak menjadi sulit makan. Akibatnya, kondisi badan anak menjadi menurun.

Untuk mengetahui penyebab dan pengobatannya, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda. Biasanya dokter akan memberi obat yang hanya bersifat paliatif, yaitu menghilangkan rasa sakit agar anak dapat tetap makan. Kecuali, bila gangguan ini disebabkan oleh jamur, yang biasanya anak akan diberi obat tetes anti jamur. Tetapi, usaha yang paling baik untuk dilakukan adalah mencegahnya, yaitu selalu menjaga kebersihan mulut. Usahakan agar jangan ada makanan yang mengendap di dalam mulut. Hindari kebiasaan anak mengemut makanan, karena di dalam mulutnya banyak selipan-selipan yang menjadi tempat subur untuk berkembang biaknya kuman-kuman.

Bila anda mengalami sariawan, berikut ini ada  Cara Mujarab Mengobati Sariawan pada Bayi dan Orang Dewasa:


  • Berkumur-kumur dengan obat kumur yang bisa mengobati sariawan dan banyak dijual di apotek seperti merk dagang Betadin Gargle ® 100 ml harga sekitar Rp. 8.800,- , Betadin Gargle ® 190 ml harga sekitar Rp. 19.000,- , Enkasari ® 120 ml harga sekitar Rp. 14.000,- Forinfek Gargle ® harga sekitar Rp. 17.000,-, Garglin ® harga sekitar Rp. 8.500,- Hexadol Mint ® harga sekitar Rp. 18.000,- dan masih banyak lagi
  • Obat jenis topikal anestesi (salep) seperti Kenalog In Orabase ® harga sekitar Rp. 49.000 bisa diberikan sebagai obat sariawan
  • Konsumsi vitamin C, tak kurang dari 60mg per hari, buah-buahan. Jeruk, pisang, delima, berry, tomat memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, buatlah dalam bentuk jus untuk bayi dan balita serta berikan juice buah-buahan tersebut dengan sedotan atau suapkan dengan sendok
  • Selain itu, selalu lengkapi menu makanan sehari-hari dengan sayur dan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B (telur, ikan, kedelai), zat besi (hati sapi, hati ayam, bayam, daun ubi), dan asam folat (kacang-kacangan)
  • Apabila tidak diperoleh obat kumur, bisa menggunakan larutan air hangat yang dicampur dengan garam, kemudian dipakai berkumur 3-4 kali sehari.
  • Untuk pengobatan alami, bisa berkumur dengan air daun sirih dan mengolesi luka sariawan dengan pepaya, atau bawang mentah.
  • Mengkonsumsi air kelapa muda juga bisa mengobati sariawan
  • Untuk bayi dan balita, bisa dengan mengoleskan madu tersebut pada bagian yang terkena sariawan untuk melembabkan bibir agar tidak kering dan mengurangi rasa sakit saat makan atau minum ASI. Khasiat madu lainnya untuk berbagai macam penyakit, bisa anda baca selengkapnya pada artikel disini.
  • Untuk bayi dan balita, dapat diberikan cairan glycerin
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung prebiotic (acidophilus), seperti acar kimchi, yogurt, sumplemen prebiotic, dll sehingga terjadi keseimbangan bakteri sehat yang bisa mencegahi tumbuhnya jamur Candida pada mulut. Jika anda seorang ibu menyusui, bayi juga akan mendapatkan prebiotic melalui ASI.
  • Jika bayi sariawan, bisa dioleskan cuka sari apel ke puting payudara ketika akan memberikan ASI.
  • Oleskan minyak kelapa murni ke puting payudara ketika akan memberikan ASI untuk mencegah pertumbuhan jamur di mulut dan mengobati jamur Candida dengan aman pada bayi
  • Bila sariawan tidak juga kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top