Gejala Darah Tinggi - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu dari sekian banyak penyakit fisik yang biasa dialami penduduk dunia. Jadwal aktifitas yang sibuk, konsumsi makanan yang tidak sehat, tidak punya waktu untuk melakukan olahraga, dan tak memiliki cukup waktu istirahat adalah pola dan gaya hidup yang bisa menambah buruk kesehatan kita.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi biasa di mana cairan darah dalam tubuh menekan dinding arteri dengan cukup kuat, hingga akhirnya menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan oleh seberapa jumlah darah yang dipompa jantung serta jumlah resistensi terhadap aliran darah pada arteri kita. Oleh karena itu, semakin banyak darah dipompa jantung kita sedangkan arteri kita menyempit,maka tekanan darah akan meningkat. Dan dari sanalah dimulainya sebuah gejala darah tinggi.
Secara umum orang dengan gejala darah tinggi terlihat sehat, bahkan sebagian besar kasus yang terjadi tidak menimbulkan gejala. Tapi ada pula dari beberapa kasus yang lain, dimana orang yang terkena gejala darah tinggi merasakan gejala awal berupa Sakit kepala, Perdarahan dari hidung, Pusing, Wajah kemerahan dan kelelahan.
Adapun gejala darah tinggi adalah sebagai berikut
- Ada rasa nyeri dibagian jantung
- Ada masalah pada pernapasan
Gangguan ataupun masalah padapernapasan seperti sesak napas seringkali merupakan gejala yang ditunjukkan oleh penderita darah tinggi.
- Pandangan mata kabur
Pada beberapa kasus, pandangan kabur merupakan salah satu dari gejala darah tinggi atau hipertensi. Dan bahkan mungkin pada kasus-kasus yang lainnya beberapa dari penderita gejala darah tinggi tidak bisa melihat sesuatu dengan baik.
- Sering BAK
- Sakit kepala
- Mual
Selain itu, seperti yang saya kutip dari deherba.com, berikut ini adalah 10 faktor atau penyebab yang bisa meningkatkan resiko tekanan darah tinggi.
Faktor keturunan
Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.
Usia
Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.
Gender
Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.
Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.
Pola makan
Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
Berat badan berlebih
BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
Kebiasaan minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
Stres
Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
Kondisi penyakit yang lain
Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.
Oleh karena itu, meskipun gejala tekanan darah tinggi tidak terlalu parah, namun dalam banyak kasus, pengobatan yang terlambat bisa menyebabkan serangan jantung, gagal ginjal, penyakit pembuluh darah dan masalah penglihatan. Untuk itulah jangan mengambil resiko, yaitu sesegera mungkin untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan beberapa gejala darah tinggi diatas. -
Oleh karena itu, meskipun gejala tekanan darah tinggi tidak terlalu parah, namun dalam banyak kasus, pengobatan yang terlambat bisa menyebabkan serangan jantung, gagal ginjal, penyakit pembuluh darah dan masalah penglihatan. Untuk itulah jangan mengambil resiko, yaitu sesegera mungkin untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan beberapa gejala darah tinggi diatas. -
sekian posting saya mengenai gejala darah tinggi, silahkan baca dan renungkan...., apakah agan dan aganwati mempunyai beberapa kasus yang menyerupai seperti yang saya tuliskan di atas....? kalu ya, berhati-hatilah...., mungkin agan dan aganwati menjadi salah satu yang mempunayi gejala darah tinggi.
.jpg)