Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Wijen Dan Radang Sendi

obat alami untuk radang sendi
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa wijen bermanfaat bagi penderita radang sendi lutut. Hebatnya, wijen juga mengalahkan pengobatan medis.

Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Rheumatic Diseases mengemukakan bahwa makanan tidak saja bisa mengobati, tapi terkadang lebih superior ketimbang obat-obatan itu sendiri. Hal tersebut dibuktikan para peneliti medis dari Tabriz University of Medical Sciences. Mereka meneliti efek dari suplemen berbasis wijen terhadap gejala-gejala medis pada pasien dengan radang sendi lutut.

Radang sendi atau osteoartritis pada lutut merupakan salah satu bentuk penyakit degeneratif pada sendi. Biasanya, ia memiliki beragam gejala dan efek, termasuk rasa sakit, pembengkakan, pertumbuhan tulang abnormal, dislokasi sendi, dan sebagainya.

Radang sendi ini biasa menimpa seseorang berusia di atas 60 tahun. Ada beberapa jenis radang sendi di antaranya:

  • Rheumatoid arthritis. Kondisi ini terjadi ketika membran sinovial (lapisan pembungkus sendi) mengalami inflamasi dan bengkak akibat serangan dari sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Rheumatoid arthritis lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria dengan usia antara 40-50 tahun. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa mengarah kepada kerusakan tulang dan tulang rawan di dalam sendi.
  • Osteoarthritis. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan sendi mengalami keausan sehingga tulang bisa bergesekan langsung dengan tulang lain, menyebabkan rasa sakit dan terhambatnya gerakan. Osteoarthritis umumnya diderita oleh golongan usia 50 tahun ke atas.
  • Penyakit asam urat. Kondisi yang umumnya menyerang bagian sendi jempol kaki ini disebabkan oleh penumpukan zat asam urat di dalam tubuh. Selain sakit, sendi yang terkena penyakit asam urat juga bisa membengkak.
  • Lupus. Kondisi ini terjadi ketika jaringan dan organ tubuh mengalami gangguan akibat menyerang sistem kekebalan tubuh sendiri.
  • Fibromyalgia. Kondisi ini ditandai dengan gejala rasa sakit pada bagian otot, tendon, dan ligamen.
  • Cervical spondylosis. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala nyeri dan kaku pada leher.
  • Polymyalgia rheumatica. Sama seperti penyakit lupus, serangan sistem kekebalan tubuh diduga berperan dalam timbulnya kondisi ini. Namun, penyebab pasti kondisi ini belum diketahui. Polymyalgia rheumatica umumnya dialami oleh orang-orang berusia di atas 50 tahun dengan gejala inflamasi sendi, kaku, dan nyeri pada otot.
  • Reactive arthritis. Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang mengalami infeksi pada saluran kelamin, usus besar, atau tenggorokan. Selain di sendi, orang yang terkena reactive arthritis juga bisa mengalami radang pada uretra dan mata.
  • Enteropathic arthritis. Gejala inflamasi pada penyakit ini umumnya dirasakan pada sendi tungkai dan punggung. Enteropathic arthritis biasanya merupakan salah satu komplikasi dari penyakit radang usus (misalnya penyakit Crohn dan kolitis ulseratif).
  • Psoriatic arthritis atau radang sendi yang muncul sebagai komplikasi dari penyakit psoriasis.
  • Secondary arthritis. Kondisi ini kerap dialami oleh orang yang dulunya pernah mengalami cedera sendi.
  • Juvenile idiopathic arthritis atau jenis radang sendi yang diderita oleh anak-anak. Penyebab kondisi ini belum diketahui dan biasanya gejala nyeri atau inflamasi pada sendi akan hilang seiring perkembangan usia anak.
Pada studi tersebut, sebanyak 50 pasien dibagi menjadi dua grup. Grup pertama mendapat suplemen wijen sebanyak 40 gram per hari. Grup kedua menggunakan terapi pengobatan standar, yang mencakup dua dosis 500 mg Tylenol, dua kali sehari, dan 500 mg glukosamin. Setelah dua bulan perawatan, hasilnya cukup mengejutkan.

Manfaat wijen pada radang sendi lutut mulai terlihat ketika pada grup pertama, rasa sakit yang diderita berkurang jauh, dari skala 9,5 sebelum perawatan menjadi 3,5 pasca perawatan. Ini menjadi sangat menarik karena pada grup kedua, rasa sakit hanya berkurang dari skala 9 menjadi 7 pasca perawatan.

Pengukuran lain dilakukan lewat kuisioner Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score (KOOS) dan tes Timed Up and Go (TUG). 

Kedua jenis terapi menunjukkan hasil positif.


Dari hasil penelitian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa dalam kasus tersebut wijen lah yang menjadi pemenang. Karena, selain yang tersebut di atas, wijen masih memiliki manfaat lain bagi tubuh. Plus, ia tidak memiliki beragam efek samping yang bisa ditimbulkan obat-obatan kimia.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top