Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Istidraj Dalam Pengobatan

Thibbun Nabawi
Istidraj didefinisikan sebagai anugrah atau rizki yang dilimpahkan Allah kepada mereka yang berbuat maksiat. Yang mana pemberian seperti itu akan berakhir dengan penderitaan. Kalaupun penderitaan itu tidak dirasakan di dunia, pasti di dapatkan di akhirat. Karena setiap kemaksiatan pasti di balas, jika tidak bertaubat. Rasulullah bersabda,

“Apabila kamu melihat Allah memberi seorang hamba apa yang diinginkannya, padahal hamba itu selalu berbuat maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari Allah untuknya”.
(HR. Ahmad dan Thabrani, dalam kitab as-Syu’ab).

Seperti yang telah kita ketahui bersama dalam dunia pengobatan dan terapi banyak sekali orang keblinger" yang beralasan sebagai berikut :

>> "Ah, buktinya aku pergi ke DUKUN lebih cepet sembuhnya daripada dibacain qur'an sama kamu, kalau itu salah kenapa Allah beri kesembuhan hayo !!!"

>> Ah, buktinya aku pake metode pengobatan REIKI bisa sembuh juga , kalau itu salah kenapa Allah beri kesembuhan hayo !!!"

>> "Ah, buktinya aku bisa selalu sehat dan bahkan aku sendiri bisa mengobati banyak pasien dengan ilmu kanuragan ini, kalau itu salah kenapa banyak pasienku yang diwujudkan kesembuhannya oleh Allah !!"

>> "Ah buktinya rumah tanggaku selalu harmonis karena aku selalu menggunakan ajian jaran goyang, kalo itu salah kenapa ajian ini berhasil ? Padahal setan itu sangat menginginkan adanya perceraian.... !!!"

>> "Aku ini pandai karena mengamalkan puasa mutih slama beberapa hari, kungkum di hulu sungai sambil dzikir, yg penting sekarang kan aku bisa pandai dan membahagiakan orang tuaku, itu kan termasuk birrul walidain hayo !!?"

Dan masih banyak lagi ungkapan yang tak bisa ditulis satu persatu dalam artikel ini...

Ingatlah sahabatku,  bahwasannya terwujudnya keinginan bukan berarti menunjukan benarnya cara yang kita tempuh. Simaklah firman Allah ini :

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa dengan sekonyong-konyong, maka seketika itu mareka terdiam berputus asa. Maka orang-orang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. al-An’am: 44-45).

Simaklah firman Allah ini :

"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yg kamu seru kecuali Dia (Allah), maka ketika Dia (Allah) menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling.. Dan manusia itu selalu tidak berterima kasih..." (Qs.al-Israa' : 67 juz 15)

Perhatikanlah !!! Bagaimana Allah mengabulkan do'a mereka padahal status mereka adalah orang-orang yang musyrik ? Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda :

Hati-hatilah kalian dengan do'anya orang yang teraniaya, meskipun dia kapir !!! Karena sesungguhnya tidak ada penghalang yang menghalangi do'a tersebut dengan Allah 'Azza wa Jalla.."
(Al-jamii' ash-shaghiir karya imam as-Suyuthi no.2915)

Perhatikan, dalam hadits tersebut pun status orang yang berdoa adalah orang yang kafir...Dari sini jelaslah bahwa terkabulnya do'a atau terwujudnya keinginan tidaklah menunjukkan bahwa seseorang berada di atas kebenaran...Dan bagaimana mungkin kita menilai kebenaran itu dengan berpatokan pada terwujudnya keinginan ??? Padahal Allah sendiri mengabulkan do'a iblis ketika dia berdo'a kepada-NYA..?!!!

Dia (Ibliis) berdoa, ya ALLAH tangguhkan usiaku hingga hari mereka dibangkitkan...
Dan ternyataaa.....Allah mengabulkan do'a tersebut.... !!!

Allah berfirman :

Allah berfirman, kalau begitu kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh hingga waktu yang telah ditentukan..(Qs.al-Hijr : 37-38 juz 14)

Maka coba kita renungkan, apakah dengan dikabulkannya do'a setan itu berarti Allah ridha dengan tindakan IBLIS setan yang menyesatkan manusia ???

Apakah berarti itu menunjukkan bahwa setan berada dalam kebenaran ??? Silahkan jawab masing-masing...

Mari bersama-sama kita menjauhkan diri dari maksiat, sehingga rizki dan kesehatan yang kita terima tidak termasuk dalam istidraj. ãƒ„

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top