Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Keputihan Saat Hamil

Keputihan Saat Hamil
Fluor Albus atau keputihan adalah proses abnormal berupa keluarnya cairan dari dalam alat kelamin wanita. Keputihan pada ibu hamil terjadi karena perubahan hormon dan aliran darah pada rahim serta organ intim. Perubahan hormonal ini akan berdampak pada keseimbangan tingkat keasaman organ intim, sehingga bisa memicu pertumbuhan jamur yang menyebabkan iritasi.

Bahaya keputihan saat hamil


Sekresi pada organ intim yang normal tidak menyebabkan rasa gatal. Sedangkan keputihan yang telah berkembang menjadi infeksi akan dibarengi dengan rasa gatal, panas, nyeri dan kemerahan, termasuk rasa sakit saat akan buang air kecil. Bila keluhan tersebut tidak segera ditangani, maka akan menular pada bayi saat persalinan. Keputihan akan terus berkembang, sehingga ibu menyusui bisa menderita mastitis atau peradangan di areal payudara dan puting susu.

Biasanya penyebab keputihan saat hamil sudah berlangsung saat hamil muda. Sebagian besar penyebabnya adalah organ wanita yang tidak terjaga kebersihannya. Keputihan terbagi menjadi fisiologis atau normal dan patologis atau tidak normal. Disebut sebagai keputihan fisiologis, bila cairan jernih, tidak berbau dan tidak memicu rasa gatal. Sedangkan keputihan patologis akan mengeluarkan cairan berwarna hijau, berbau tidak sedap dan memicu rasa gatal. Menderita keputihan saat hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur dan ketuban pecah sebelum waktunya.

Cara tepat mengatasi keputihan saat hamil


Segera atasi jika terjadi keluhan keputihan saat sedang hamil. Sehingga bahayanya tidak akan diderita, apa saja cara terbaik dalam mengatasi keputihan saat sedang hamil?

  1. Hindari membasuh organ kewanitaan dengan air kotor dan sebaiknya tidak memakai toilet umum yang tingkat kebersihannya rendah.
  2. Selalu memakai pakaian dalam dengan bahan katun dan menghindari yang berbahan sintetis. Hindari juga untuk tidak memakai pakaian yang terlalu ketat.
  3. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan panty liner setiap hari, karena bisa menjadikan organ intim semakin lembab.
  4. Bila pakaian dalam sudah terasa lembab, segera menggantinya dengan yang kering.
  5. Membersihkan areal organ intim secara rutin dari bagian depan ke arah belakang, terutama setelah selesai buang air besar dan kecil. Cara ini bida mengurangi resiko terhadap kontaminasi mikroorganisme di areal saluran kantung kemih dan anus.
  6. Kurangi asupan makanan manis dan yang tinggi kandungan kafein.
  7. Pastikan organ kewanitaan tetap kering setelah mandi. Gunakan selalu handuk bersih dalam mengeringkannya dan sebaiknya tidak memakai tisu yang memiliki aroma wewangian.
  8. Sebaiknya menghindari penggunaan sabun pembersih di areal organ intim. Karena sabun ini bisa membunuh bakteri baik di areal organ intim, sehingga justru keputihan akan berkembang lebih parah.

Selalu berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat tertentu. Sebaiknya hanya mengkonsumsi obat sesuai anjuran atau resep dokter.


Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top