Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Penyebab Radang Tenggorokan

Penyebab Radang Tenggorokan
Radang tenggorokan yang menurut istilah kedokteran disebut dengan faringitis, diartikan sebagai peradangan yang terjadi pada bagian belakang tenggorokan. Yang mana radang tenggorokan ini melibatkan sepertiga belakang lidah, amandel dan Langit-langit mulut bagian belakang .

Seperti yang telah saya bahas pada postingan saya mengenai gejala radang tenggorokan, pada umumnya penyebab radang tenggorokan ini adalah virus pilek ataupun flu. Sedangkan radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri lebih sedikit jika kita bandingkan dengan kasus yang pertama. Sebenarnya baik virus ataupun bakteri, keduanya masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung - karena anda menghirup partikel bebas dari udara ketika seseorang batuk atau bersin, atau karena anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau menggunakan sesuatu alat bersama-sama.

secara garis besar, Penyebab Radang Tenggorokan dibagi menjadi dua golongan yaitu penyebab infeksi (virus dan bakteri) dan penyebab non infeksi (alergi, iritan, GERD, tumor). Namun demikian, seperti yang telah saya sebutkan diatas, pada kebanyakan kasus, penyebab radang tenggorokan yang paling sering terjadi adalah karena infeksi virus flu dan viru pilek. adapun virus lain yang bisa menjadi penyebab radang tenggorokan adalah virus Mononucleosis, Campak, Cacar dan Batuk dengan napas sesak. 

Penyebab randang tenggorokan karena virus dan bakteri


Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80% radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan hanya sekitar 10-20% yang disebabkan bakteri. Untuk dapat mengatasinya, penting untuk mengetahui infeksi yang dialami disebabkan oleh virus atau bakteri streptokokus.

Infeksi virus biasanya merupakan penyebab selesma (pilek) dan influenza yang kemudian mengakibatkan terjadinya radang tenggorokan. Selesma biasanya sembuh sendiri sekitar 1 minnu begitu tubuh Anda membentuk antibodi melawan virus tersebut.

Pengobatan dengan antibiotik tidak akan efektif untuk mengobati infeksi virus. Sebaliknya, pemberian antibiotik dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Saat kuman telah kebal terhadap antibiotik tersebut, bila antibiotik kita gunakan, akan tidak ampuh lagi dalam membunuh kuman. Akibatnya, penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Kenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus sebagai berikut:

  • rasa pedih atau gatal dan kering.
  • batuk dan bersin.
  • sedikit demam atau tanpa demam.
  • suara serak atau parau.
  • hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung.

Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.

Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut.

Infeksi mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan virus Epstein Barr,dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.

“Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu,” kata Spesialis THT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Widodo AS.

Dia mengatakan, terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah.

Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.

Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR).

Penderita biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan.

“Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan,” katanya.

Selain itu, sore throat juga dapat disebabkan kebiasaan bernapas melalui mulut, alergi, terperangkapnya benda asing seperti tulang ikan di tenggorokan, polusi udara, minuman beralkohol, atau rokok. Panas yang kering saat musim dingin dan bernapas melalui mulut yang disebabkan penyumbatan hidung yang kronis juga menyebabkan tenggorokan kering dan sakit.

Infeksi bakteri memang tidak sesering infeksi virus, tetapi dampaknya bisa lebih serius. Umumnya, radang tenggorokan diakibatkan oleh bakteri jenis streptokokus sehingga disebut radang streptokokus. Seringkali seseorang menderita infeksi streptokokus karena tertular orang lain yang telah menderita radang 2-7 hari sebelumnya. Radang ini ditularkan melalui sekresi hidung atau tenggorokan.

Kenali gejala umum radang streptokokus berikut: 
  • tonsil dan kelenjar leher membengkak 
  • bagian belakang tenggorokan berwarana merah cerah dengan bercak-bercak putih. 
  • demam seringkali lebih tinggi dari 38 derajat celsius dan sering disertai rasa menggigil 
  • sakit waktu menelan. 

Radang streptokokus memerlukan bantuan dokter karena bila penyebabnya adalah kuman streptokokus dan tidak mendapat antibiotik yang memadai maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit Demam Rhematik.

Penyebab radang tenggorokan non-infeksi


Alergi

Penyebab radang tenggorokan non-infeksi yang pertama adalah karena alergi, alergi ini bisa alergi ke bulu hewan, debu, jamur, juga serbuk sari (Yang sering menimpa anak-anak) dan kesemuanya bisa mengakibatkan radang tenggorokan. Kedua yaitu karena kekeringan, kekeringan dalam artian suhu udara sekitar terlalu panas, dan seseorang kurang minum, atau waktu tidur sering bernafas menggunakan mulut, juga bisa bernafas melalui mulut diakibatkan oleh hidung yang tersumbat, dan bisa menyebabkan kondisi kering di tenggorokan kemudian berlanjut lebih parah menjadi penyakit radang tenggorokan.. 

Iritasi

Penyebab radang tenggorokan non-infeksi yang kedua adalah karena iritasi. Kita bisa menemui orang yang terkena radang tenggorokan karena iritasi ini. Iritasi di radang tenggorokan itu bisa terjadi karena terlalu sering konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng, contohnya jajanan goreng-gorengan, makanan pedas, keripik, chiki (Snack kering), dan juga minuman beralkohol pun sama-sama bisa menjadi penyebab iritasi dan radang tenggorokan. Penyebab lain yakni asap rokok serta polusi udara, itulah sebabnya mengapa orang-orang yang tinggal di kota besar dan memiliki antibodi lemah lebih sering terserang radang tenggorokan dibandingkan orang-orang yang hidup di daerah pedesaan yang notabene bebas polusi.

Kekeringan.

Kekeringan yang dimaksud disini yaitu kering pada tenggorokan, biasanya karena suhu udara yang panas dan kurang minum. Sering bernapas melalui mulut – karena hidung tersumbat – juga dapat menyebabkan kering pada tenggorokan dan berlanjut menjadi radang tenggorokan.

Gastroesophageal reflux disease (GERD). 

GERD adalah gangguan sistem pencernaan di mana asam lambung atau isi lainnya dari lambung kembali ke atas (reflux) yakni ke esofagus. Karena isi lambung tersebut asam yang bersifat mengiritasi jaringan maka bisa menyebabkan radang tenggorokan. Tanda-tanda atau gejala lain mungkin muncul diantaranya perut mulas, suara serak, regurgitasi isi perut (muntah) dan sensasi benjolan di tenggorokan.

Infeksi HIV.

Radang tenggorokan dan gejala seperti flu terkadan muncul pada awal-awal setelah seseorang terinfeksi virus HIV. Selain itu, orang dengan HIV-positif bisa juga mengalami radang tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi sekunder. Masalah kesehatan lainnya yang sering dialami antara lain : infeksi jamur yang disebut oral trush dan infeksi sitomegalovirus.

Tumor.

Penyebab Radang Tenggorokan yang satu ini termasuk jarang, tumor atau kanker pada tenggorokan, lidah atau pita suara (laring) dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Tanda-tanda atau gejala lain mungkin termasuk suara serak, kesulitan menelan, bernapas berisik, benjolan di leher, dan darah dalam air liur atau dahak ketika batuk.

Merokok

Penyebab radang tenggorokan non-infeksi yang terakhir adalah merokok. Kebiasaan buruk merokok juga dapat menjadi penyebab timbulnya radang tenggorokan.

Sekian dulu gan beberapa penyebab radang tenggorokan yang bisa saya share kali ini..., semoga bermanfaat...!!!!



Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top