Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Detoksifikasi Saluran Air Kencing

Detoksifikasi Saluran Air Kencing
Beberapa hari lalu, seorang pria menelpon saya dan menceritakan sakit beliau. Tampaknya beliau serius sekali menyampaikannya. Setiap kali buang air kecil, beliau merasa tak tuntas hingga seluruh air kemih di kandung kemihnya terbuang semua. Masih ada sisa air kemih yang dirasakan keluar sesaat setelah aktivitas buang air kecil. Bahkan beberapa waktu sebelumnya, ada rasa nyeri saat buang air kecil dan... parahnya... air kemih hanya keluar menetes. 

Keluhan tersebut bermula saat beliau pergi keluar kota sehingga terpaksa menahan kencing selama perjalanan. Tak perlu menunggu lama, beliau segera menuju ke salah satu fasilitas kesehatan. 🔬Ternyata dokter mendiagnosa adanya infeksi pada saluran kemihnya. Keluhan pun mereda setelah obat dokter diminum. Namun, selang beberapa waktu kemudian keluhan serupa ternyata berulang. Beliau rasakan kembali keluhan yang sama seperti sebelumnya... 

Kita beralih ke pasien lain yang juga pernah menghubungi saya. Saat itu, pasien tersebut menyampaikan hasil pemeriksaan dokter. Beruntungnya, dokter segera menyarankan beberapa pemeriksaan laboratorium. Pasien tersebut mengikuti saran untuk USG dan foto ronsen pada area perut. Hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang mengarahkan dokter pada kesimpulan diagnosa adanya batu pada saluran kemih pasien. 

Ada sisi kesamaan pada kedua kasus di atas, yaitu adanya ALIRAN BERKEMIH YANG TERGANGGU. Pada kasus pertama, pasien mengawali permasalahan sakitnya dengan ‘menahan kencing’ selama perjalanan, sementara kandung kemihnya sudah waktunya dikosongkan. Sehingga bakteri pun sempat berkembang biak pesat dan menginfeksi saluran kemihnya. 

Pada kasus kedua, dengan kemungkinan banyak sebab (bisa karena faktor makanan, kebiasaan minum, tipe air tanah, aktivitas sehari-hari, dan sebagainya...) pasien mengalami pembentukan batu pada saluran kemihnya. Inipun juga disebabkan adanya aliran berkemih yang terganggu, sehingga endapan pada saluran kemih membentuk padatan kristal batu dalam kurun waktu tertentu.

🏻Secara sederhana, organ kemih kita terdiri dari ginjal dan saluran kemih. Ginjal sendiri berfungsi sebagai filter bagi tubuh kita. Darah dari pembuluh arteri masuk ke ginjal. Kemudian pembuluh arteri tersebut bercabang-cabang menjadi anyaman pembuluh arteri yang lebih kecil. Berikutnya, darah masuk ke sistem penyaringan ginjal sehingga sampah-sampah metabolisme akan mengumpul pada satu saluran, sedangkan darah yang telah disaring akan mengumpul pada pembuluh vena.

Dari pembuluh vena tersebut, darah akan masuk ke pembuluh vena besar yang mengangkutnya menuju jantung. Sedangkan sampah metabolisme dibuang bersama air, dan ditampung di kandung kemih hingga tiba saat buang air kecil.

Dibandingkan kedua kasus di atas, ada sedikit perbedaan pada kasus hipertensi. 
Pada kasus peningkatan tekanan darah yang terus menerus di atas nilai acuan normal ini, salah satu cara menurunkan tekanan darah adalah dengan membuang kelebihan garam natrium dan air dalam pembuluh darah. Garam natrium dan air mempunyai andil meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.

Ijinkanlah saya menggunakan kata-kata berikut, bahwa tubuh kita butuh membuang sampah-sampah metabolisme melalui saluran kemih.

  • Pada kasus Infeksi Saluran Kemih, saluran kemih kita butuh dilancarkan dan bakteri penyebab infeksi butuh ‘dibuang’ dari saluran kemih tersebut, sehingga proses penyembuhan infeksi lebih mudah, biidznillah. 
  • Pada keadaan tertentu, pasien tetap membutuhkan obat antibiotika untuk mematikan bakteri.
  • Pada kasus Batu pada Saluran Kemih, batu yang merupakan produk sampah metabolisme tersebut akan lebih mudah keluar bila ukurannya lebih kecil atau dalam keadaan hancur. Sebenarnya mekanisme yang terjadi adalah aliran saluran kemih yang lancar akan membuat erosi batu tersebut, sehingga hancur atau ukurannya menjadi lebih kecil.
  • Pada kasus Hipertensi, keberadaan garam natrium dan air seolah-olah menjadi ‘racun’ yang mempunyai andil meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah. Garam natrium dan air tersebut bisa dibuang melalui saluran kemih.
TIPS :
  • Penting untuk minum air putih yang banyak. Air putih merupakan media keluarnya sampah-sampah metabolisme dari saluran kemih.
  • Hindari konsumsi minuman manis, teh dan kopi saat mengonsumsi herbal untuk melancarkan berkemih.
PENTING :
  • Herbal-herbal yang melancarkan berkemih akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Anda perlu pikirkan apakah anda dekat fasilitas dan pada kondisi yang memungkinkan sering buang air kecil.
  • Hati-hati pada penderita gangguan fungsi jantung dengan denyut jantung tak teratur.
  • Pada gangguan fungsi ginjal disertai pembengkakan tubuh, konsumsi air putih dan garam akan dibatasi.
  • Pada durasi waktu tertentu setelah minum herbal (yang melancarkan berkemih), ada keadaan dimana pasien mengeluh lemas, tak ada daya, otot terasa kram. Beri saran kepada pasien untuk segera mengonsumsi buah pisang yang masak pohon.
Produk Herbal Indo Utama untuk ‘Detoksifikasi’ Saluran Kemih :
  • Hiubantugin
  • Tempuyung
  • Kumis Kucing
Pada beberapa pasien, Sarangsemut bisa membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top