Pada otak kiri dalam proses sesuatu, lebih lambat daripada otak kanan. Daya ingatnya bersifat jangka pendek (short term memory) dan cara berfikirnya sering kali berlawanan dengan emosi dan lebih dekat dengan proses-proses yang bersifat obyektif.
Belahan otak kiri lebih peka terhadap "saya" dalam suatu proses dan sering dipersepsikan lebih rasional. Belahan otak kiri juga merupakan pusat pengambilan keputusan, berfikir abstrak.
Belahan otak kiri menitikberatkan kerja pada proses yang berkaitan dengan sesuatu yang intelektual, berbeda dengan kreatif, mengarahkan pada yang lebih spesifik. Kreatif adalah meluaskan atau melebarkan pada suatu konteks.
Seseorang dengan kecenderungan otak kiri akan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya.
Karakteristik Otak Kiri Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, setiap individu memiliki kecenderungan untuk dominan pada salah satu dari dua belahan otak yang ada. Individu yang dominan pada belahan otak kiri merupakan individu yang akan tampak teratur, mengerjakan sesuatu dengan aturan yang jelas, mengerjakan sesuatu secara bertahap sebagaimana yang telah dibuat.
Individu dengan dominasi otak kiri merupakan individu yang berfikir secara detail. Dalam melihat suatu masalah, biasanya ia menganalisa secara mendalam dan rinci.
Orang-orang dengan dominan pada belahan otak kiri biasanya merupakan pemikir yang serius dengan mengaitkan pada logika dan penalaran yang rasional.
Orang-orang dengan fungsi otak kiri dominan cenderung lebih mengedepankan logika dan fakta. Mereka lebih berfikir rasional daripada emosional. Lebih menggunakan otak daripada hati.
Sesuatu tidak dapat dijelaskan dengan logis tidak akan dapat menjadi konsumsi pikiran mereka. Singkatnya, hal yang menarik mereka adalah ilmu-ilmu pasti (eksakta).
Kemudian, mereka juga dapat mahir di bidang bahasa, sangat kritis terhadap pilihan kata (diksi) saat berkomunikasi walaupun ketika menyampaikannya dengan tidak seluwes mereka yang berotak kanan. Bagi mereka yang cenderung dominan dengan fungsi otak kiri, biasanya tampil dengan rapi dan cenderung berorientasi pada masa lalu (selalu menggunakan masa lalu untuk melangkah ke masa depan).
Sebagai tambahan, orang yang fungsi otak kirinya lebih dominan, cenderung agak kaku karena lebih mengutamakan logika berfikir dibandingkan dengan fenomena sosial yang ada di masyarakat. Penjelasan lebih konkretnya dapat dilihat sebagai berikut:
- Mampu melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.
- Pemikirannya berurutan, contohnya A, ke B, ke C, dan seterusnya.
- Bila ditunjukkan potret wajah seseorang, perhatian langsung mengarah ke hal-hal kecil, seperti jerawat.
- Membagi dunia ini menjadi bagian-bagian yang memiliki nama dan mudah diketahui.
- Pikirannya logis, yang berarti melihat sebab dan akibat.
- Mudah menerima hal-hal yang sudah dibuktikan di dunia, misal, 2x2=4.
- Memiliki nuansa pikiran informasi.
- Pemikirannya dikuasai oleh peraturan, contohnya selalu menggambar pada urutan titik-titik yang telah diatur terlebih dahulu, sangat bergantung pada informasi yang sudah ada dan dikumpulkan sebelumnya.
- Memiliki kekuatan sintaks, yaitu kemampuan gramatikal atau merangkai kata-kata dengan mudah.
- Mereka adalah seorang pemisah, yang berarti perbedaan lebih penting.
- Mampu mengingat dan berbicara.
- Mengetahui "bagaimana".
- Sangat ekspresif dalam kata-kata yang digunakan sebagai tanda, misalnya " seorang wanita adalah manusia dengan jenis kelamin perempuan".
