Dahak atau slam yang menyangkut di tenggorokan bayi membuatnya tidak nyaman karena menghalangi nafas, membuat tangisannya jadi parau dan menyulitkannya menelan ASI. Yuk, bantu mengecerkan dan mengeluarkan dahaknya!
Mengencerkan Dahak
- Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (kira-kira pukul 07.00 – 08.00) selama 10 menit.
- Cara lain, mengoleskan balsem bayi ke dada dan punggungnya. Atau, teteskan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat, letakkan di dekat bayi agar terhirup uapnya.
- Tetap memberi bayi ASI. Jika ia sudah mendapat makanan tambahan, berilah air putih hangat, sari buah atau sup/kaldu hangat. Pada intinya, mengkonsumsi banyak cairan merupakan terapi sederhana untuk mengencerkan dahak dan membersihkan tenggorokan.
- Memberi bayi ramuan tradisional air jeruk nipis dicampur kecap atau madu, berikan 1 sendok teh, 3-4 kali sehari.
Mengeluarkan Dahak
- Setelah dahak diencerkan, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda (posisi Anda duduk tegak, bersandar). Letakkan satu kaki Anda lebih tinggi dari kaki lainnya sehingga posisi tubuh bayi miring dengan bagian kepala lebih rendah. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi. Dahak yang encer akan turun dan keluar dari tenggorokan.
- Jika tidak dengan cara di atas, dahak yang tertelan bayi dapat keluar dengan sendirinya lewat feses (kotoran), air seni dan air ludah. Atau, keluar manakala bayi bersin dan muntah.
Dan dibawah ini saya rangkun beberapa pengalaman mengenai batuk berdahak pada bayi
pengalaman pertama
anak saya (2 bln ) jgu begitu . Ada yg bilang di sedot pakai mulut orangtuanya , tapi bidan bilang itu karena alergi dingin ..jadi tindakan saya mungkin akan di jemur sering pagi2 gitu…
pengalaman kedua
Halooo..
Dahak bayi itu sudah biasa banyak bayi yang mengalaminya apalagi bayi baru lahir biasanya sampai umur 3 bulan, anak saya juga dulu waktu baru lahir sampai 3 bulan bunyi dahaknya kenceng & keras banget tapi setiap hari saya jemur, atas saran temen sih katanya suruh keDSA untuk disedot tapi saya hanya konsultasi kebidan saja suruh dijemur tiap hari, tapi sekarang alhamdulillah 6 bulan sudah tidak kedengaran lagi tuh kecuali kalau lagi Flu, coba deh dijemur dulu saja … sayang kalau masih bayi harus disedot dimasukin selang kehidung, dulu anak tante saya sampai sakit berkelanjutan setelah disedot dan draktis turun berat badannya, makanya saya takut terjadi seperti itu
pengalaman ketiga
pada waktu anak saya lahir, saya mengikuti anjuran dokter,jika ingin diberi asi jgn sambil tiduran,dan sehabis diberi asi bayi harus di tempelkan kepunadak sambil di tepuk2 punggungnya, saya kira semua bayi pernah mengalami seperti itu, jgn kwatir
pengalaman keempat
Anak saya juga mengalami hal yang sama sejak lahir.Setiap habis minum pasti bunyi nggrok-nggrok.Anak saya sering saya jemur dan setelah usia 1,5 bulan, dia saya beri minum air putih sehabis minum susu (sekitar setengah sendok teh).Sekarang bunyi grok-groknya berkurang.Kata dokter,itu tidak apa-apa.Semua bayi sepertinya mengalami hal yang sama.Dan sedikit berbagi pengalaman,bayi saya setiap saya beri minum susu atau ASI sambil tidur,sering muntah.Jadi sebaiknya,sebelum bayi kemasukan makanan pendamping ASI,diberi minumnya jangan sambil tidur.
pengalaman kelima
sejak lahir bayi saya dibiasakan setelah menyusu, digendong dipundak dan ditepuk-tepuk punggungnya sampai sendawa. Sesekali dia tengkurapkan diantara dua paha shg biarpun tengkurap tapi dadanya tidak akan sesak. Jika gumoh, secepatnya dimiringkan ke kanan agar gumohnya tidak tertahan atau malah masuk hidung. Saya juga biasakan memberi balsem bayi (transpulmin) agar pernapasannya jadi plong.
pengalaman keenam
Pada waktu baru lahir s/d usia 3 bulan anak saya (5 bulan) juga mengalami hal yg sama. Sepertinya semua bayi mengalami bunyi nggrok2, malah anak saudara saya sampai disedot cairannya segala. Tapi karena tidak mau anak saya disedot cairannya, karena masih terlalu kecil, saya menuruti saran beberapa teman dan dokter untuk sesering mungkin menengkurapkan anak dan merubah-ubah posisi tidur bayi, miring ke kiri, ke kanan, jangan dibiarkan terlentang terus. Alhamdulilah cairannya keluar sedikit demi sedikit dan sampai sekarang hilang sama sekali.
masalah dahak bayi
pengalaman ketujuh
usia bayi saya 6 bulan lebih seminggu & juga mengalami hal yg sama. rata2 semua bayi punya masalah seperti itu, seperti ada lendir di hidung atau tenggorokannya, krn mungkin usia bayi yg masih muda, jadi organ2nya belum sempurna. kalo saran dokter saya, bayi harus rajin dijemur sebelum pukul 8 pagi, biar punggungnya hangat, trus juga sering ditepuk2 dada & punggungnya..pelan2 saja, tapi dilakukan sebelum bayi minum susu, krn kalo tidak, bisa muntah atau istilahnya gumoh’. jadi bapak firman nga usah khawatir, kecuali kalau masalahnya berlanjut, mungkin akan disarankan ke dokter spesialis asma. tapi lebih baik, lakukan seperti itu dulu. apalagi bayi bapak baru berusia 2 bulan. anak saya juga mengalami masalah yg sama di usia 2-3 bulan, tapi kemudian hilang, dan sekarang suka muncul lagi. ibu saya menyarankan sedia mangkuk isi air hangat, taruk viks sedikit, terus masukkan sapu tangan, diperas, dan arahkan ke hidung anak, jangan ditempel, cukup dekatkan saja, biar dia hirup hawanya, nga usah lama. krn cukup membantu, utk mencairkan lendir atau membuang kotoran2 yg terkumpul di dalam hidung. semoga saran ini berguna buat bapak Firman.
