Apakah benar gigi keropos penyebabnya adalah karena kita males gosok gigi….? Ane kira nggak. Sebenarnya gigi keropos atau biasa disebutnya erosi pada gigi, dari banyak kasus disebabkan oleh zat makanan yang kita konsumsi, terutama makanan dan minuman yang mengandung asam. Karena pada dasarnya asam inilah yang menjadi faktor utama dalam “melarutkan” permukaan email gigi.
Memang gan…, Gigi rapuh ataupun keropos selalu dikaitkan dengan keadaan gigi yang mudah berlubang (karies). Proses terjadinya karies adalah akibat adanya ketidakseimbangan proses pelepasan mineral (demineralisasi) dari gigi dengan pengembalian mineral ke dalam gigi (remineralisasi).
Adapun factor-faktor penting dalam terjadinya gigi keropos dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari pola makan, perawatan gigi serta keturunan. Keturunan maksudnya disini adalah gigi keropos bawaan dari orang tua, jika orang tua anda mempunyai masalah gigi keropos maka sudah pasti anda juga akan mengalami masalah yang sama, sebab pengaruh keturunan gigi keropos atau gigi rapuh ini sangat kuat.
Pada dasarnya, gigi kita mempunyai pertahanan yang cukup baik untuk mengatasi erosi yang terjadi. Karena gigi dapat memperbaiki diri sendiri, menggunakan mineral-mineral yang disediakan oleh saliva (air liur). Tetapi, jika frekuensi paparan asam ini terus meningkat, maka gigi tidak akan mempunyai kesempatan untuk melakukan perbaikan pada dirinya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan lapisan email gigi semakin tipis, dan ini disebut erosi gigi. Gigi ini akan menjadi sangat sensitive terutama pada suhu panas dan dingin. Sehingga, gejala yang ditimbulkan sangat mirip dengan gigi berlubang.
Semua jenis minuman yang bersoda; walaupun dengan jenis “diet” sekalipun; semua jenis minuman olahraga, serta jus buah yang asam telah lama diketahui sebagai pemicu erosi pada gigi. Biasakanlah untuk langsung menelan jenis-jenis minuman seperti ini, dan jangan (dengan sengaja) menahan dan menikmatinya di dalam mulut. Usahakanlah hanya mengkonsumsi jenis-jenis ini 1x sehari, pada saat makan siang.
Adapun penyebab gigi keropos secara lengkap adalah sebagai berikut,
1. Menyikat Gigi Terlalu Keras
Sebagian orang menganggap kebersihan gigi berawal dari seberapa sering kita menyikat gigi. Hal itu benar, tapi menyikat gigi yang dilakukan lebih dari 2 kali dalam sehari tidak baik untuk kesehatan gigi kita.
"Saya sudah bertemu dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan sikat gigi 20 kali dalam sehari," kata Dr. Sally Cram, ahli gigi di Washington D.C., seperti dikutip dari She knows.
Terlalu sering menyikat gigi tidak akan membuat gigi Anda bersih lebih lama. Justru akan melukai gusi dan mengikis enamel gigi. Menyikat hanya perlu dua kali sehari dan yang terpenting, adalah cara Anda melakukannya. Gosoklah dengan gerakan memutar mulai dari bagian depan, samping, dalam dan geraham. Lalu gunakan dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan di antara celah gigi selama dua menit.
2. Terlalu Sering Memutihkan Gigi
Agar gigi terlihat lebih putih biasanya kita memutihkan kulit dengan metode bleaching. Boleh saja melakuka bleaching, tapi jangan lebih dari dua kali setahun. Pemutihan yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih sensitif dan menimbulkan efek transparan pada gigi.
Sangat ditekankan, sebaiknya warna gigi tidak lebih putih dari mata. Gigi yang terlalu putih justru membuat Anda terlihat aneh. Akan lebih aman jika proses bleaching dilakukan di dokter ahli, dibandingkan memakainya sendiri di rumah.
3. Mengatupkan Gigi Terlalu Kuat
Sadar atau tidak, kita sering melakukan hal ini. Awalnya hanya kebiasaan, tapi ternyata dapat mengakibatkan tulang keropos, resesi gusi, gigi bergeser hingga gigi retak. Tanda-tanda dari efek negatifnya adalah sendi rahang terasa nyeri, sulit membuka dan menutup mulut dan sakit kepala.
4. Terlalu Banyak Minum Minuman Berenergi
Minuman berenergi yang biasa dikonsumsi saat berolahraga ternyata tak sesehat yang kita kira. Kandungan di dalam minuman berenergi, citric acid, dapat mengakibatkan pengeroposan gigi. Tak hanya itu, citric acid juga bisa merusak lapisan enamel gigi. Dikarenakan adanya penipisan pada lapisan gigi, kerusakan gigi akibat citric acid tak dapat diatasi hanya dengan menyikat gigi. Untuk mencegahnya, hindari konsumsi minuman berenergi terlalu sering dan selalu berkumur dengan air putih setelah meminumnya.
5. Pakai Lipstik Mengandung Parafin
Kebanyakan wanita sering menggunakan lipstik untuk mempercantik diri. Namun ternyata di balik itu, lipstik punya potensi membahayakan gigi. Seperti dikutip dari The Super Health, para peneliti di Universitas Sao Paulo, Brasil menemukan bahwa kandungan tertentu di lipstik dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi. Beberapa produk kecantikan seperti lipstik ada yang mengandung parafin dalam jumlah kecil. Namun jika secara terus menerus memakai lipstik, dikhawatirkan dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rapuh dan retak.
6. Pengalaman karies
Penelitian epidemiologis telah membuktikan adanya hubungan antara pengalaman karies dengan perkembangan karies di masa mendatang. Sensitivitas parameter ini hampir mencapai 60%.
7. Penggunaan fluor
Pemberian fluor yang teratur baik secara sistemik (konsumsi langsung) maupun lokal (misalnya pasta gigi, gel, dan obat kumur) merupakan hal yang penting diperhatikan dalam mengurangi terjadinya karies karena dapat meningkatkan remineralisasi. Namun demikian, jumlah kandungan fluor dalam air minum dan makanan harus diperhitungkan, karena pemasukan fluor yang berlebihan dapat menyebabkan fluorosis (gigi dengan bercak putih).
8. Kebersihan mulut
Insidensi karies dapat dikurangi dengan melakukan penyingkiran plak secara mekanis dari permukaan gigi, namun banyak pasien tidak melakukannya secara efektif. Peningkatan kebersihan mulut dapat dilakukan dengan menggunakan benang gigi, yang dikombinasi dengan pemeriksaan gigi secara teratur. Pemeriksaan gigi rutin ini dapat membantu mendeteksi dan memonitor masalah gigi yang berpotensi menjadi karies.
9. Jumlah bakteri
Segera setelah lahir akan terbentuk ekosistem rongga mulut yang terdiri atas berbagai jenis bakteri. Kolonisasi bakteri di dalam mulut disebabkan transmisi antar manusia, yang paling banyak dari ibu atau ayah.
10. Air liur
Selain mempunyai efek penetral asam, air liur juga berguna untuk membersihkan sisa-sisa makanan di dalam mulut. Pada individu yang berkurang fungsi salivanya, maka aktivitas karies akan meningkat secara signifikan.
11. Pola makan
Pengaruh pola makan dalam proses karies biasanya lebih bersifat lokal daripada sistemik, terutama dalam hal frekuensi mengonsumsi makanan. Setiap kali seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, maka beberapa bakteri penyebab karies di rongga mulut akan mulai memproduksi asam sehingga terjadi pelepasan mineral dari gigi yang berlangsung selama 20-30 menit setelah makan.
Begitulah kiranya gan posting saya tentang gigi rapuh dan berlubang . Memang ya gan…, yang namanya gigi berlubang itu selain tidak baik untuk kesehatan…., tidak baik juga untuk penampilan…he…he…
