Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Penyebab Diare Yang Harus Anda Ketahui

Penyebab Diare Yang Harus Anda Ketahui
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab diare muncul, seperti faktor lingkungan gizi, kependudukan, dan pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku masyarakat. Sedangkan penyebab diare sendiri adalah peradangan usus yang disebabkan oleh beberapa sebab, yaitu :     Bakteri, virus, parasit (jamur, cacing, dan protozoa),     Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun kimia,     Kurang gizi,     Alergi terhadap susu,   Hilangnya kekebalan tubuh

Selain hal- hal diatas, yang ikut menjadi penyebab terjadinya penyakit diare adalah parasit (giardiasis) dan GE (flu perut). Anak yang sedang terapi dengan pemakaian antibiotik pun dapat menyebabkan terjadinya diare. Maka, apabila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotik segera hubungi dokter.

Orang yang alergi susu pun bisa terserang diare. Diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu, biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi. Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain pun demikian, misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.

Penyebab diare juga bisa muncul akibat tangan yang kotor dan dapat pula karena tertular dari binatang peliharaan, dan kontak langsung dengan feses atau marterial yang menyebabkan diare. Namun demikian, disamping beberapa faktor yang menjadi penyebab diare diatas, sebenarnya ada beberapa hal lagi yang menjadi faktor utama dari terjadinya diare, yaitu :

  • Gizi yang buruk. Keadaan in melemahkan kondisi tubuh penderita sehingga timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan semakin parah.

  • Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses susu dapat menyebabkan ia mengalami diare.

  • Seorang bayi yang tidak mampu mencerna makanan yang baru dan belum dikenali.

  • Akibat alergi pada makanan tertentu.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat diterima oleh jaringan tubuh akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare.

  • Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing, atau bakteri.

  • Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak

  • Keracunan makanan
Pada dasarnya penyebab diare ini dapat terjadi disebabkan dari makan dan minuman yang kita konsumsi akan di proses dilambung, usus dua belas jari dan juga usus kecil bagian pangkal oleh asam lambung. Serta enzym yang dibuat oleh pankreas dan cairan empedu juga ikut membantu memproses makanan tersebut. Kemudian bahan gizi dan cairan yang telah selesai di proses akan langsung diserap oleh usus kecil dan usus besar sehingga bentuk tinja anda makin lama akan makin padat. Penyakit diare tersebut terjadi apabila ada gangguan di saluran pencernaan. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari reaksi cairan yang berlebihan, gangguan penyerapan atau juga diakibatkan karena gerakan usus yang terlalu cepat sehingga waktu penyerapan cairan ini mengalami gangguan.

Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:

  • Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.

  • Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.

  • Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.

  • Pemanis buatan
Berdasar metaanalisis di seluruh dunia, setiap anak minimal mengalami diare satu kali setiap tahun. Dari setiap lima pasien anak yang datang karena diare, satu di antaranya akibat rotavirus. Kemudian, dari 60 anak yang dirawat di rumah sakit akibat diare satu di antaranya juga karena rotavirus.

Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.

Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.

Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.

Selain karena rotavirus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi, alergi, tidak tahan terhadap laktosa, dan sebagainya. Bayi dan balita banyak yang memiliki intoleransi terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi.

Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Bayi tersebut tidak akan mengalami intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. Disamping itu, ASI terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum susu formula dengan botol dan dot.

Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu, bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare.

Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak diare. Bayi dan balita yang masih menyusui dengan ASI eksklusif umumnya jarang diare karena tidak terkontaminasi dari luar. Namun, susu formula dan makanan pendamping ASI dapat terkontaminasi bakteri dan virus.


Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top