Obat Penyakit 74

Share Seputar Obat dan Penyakit

SELAMAT BELAJAR PENGOBATAN HOLISTIK DAN HERBAL

Faktor Penyebab Hipertensi Atau Darah Tinggi

Faktor Penyebab Hipertensi Atau Darah Tinggi
Penyebab hipertensi - Meningkatnya tekanan darah dalam tubuh bisa terjadi karena adanya peningkatan 'curah jantung', 'tahanan perifer' serta volume  cairan darah yang bersirkulasi. Seperti yang kita ketahui, tubuh mengatur 'autoregulasi' tekanan darah. Pada keadaan normal biasanya tubuh masih mampu ‘menyetel’ supaya  tekanan darah selalu dalam batas normal, namun lama-kelamaan tekanan darah berubah menjadi lebih tinggi. Dan itulah yang menjadi penyebab hipertensi.

Penyebab Hipertensi primer

Pada lebih dari 95 persen kasus, penyebab hipertensi tidak karena adanya penyakit / kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi, hipertensi seperti ini disebut juga sebagai hipertensi primer.

Penyebab Hipertensi sekunder

Pada sebagian kecil kasus, hipertensi disebabkan karena adanya suatu kondisi/penyakit yang biasanya menyebabkan kemampuan tubuh dalam ‘menyetel’ tekanan darah menjadi terganggu. Hipertensi demikian disebut dengan hipertensi sekunder. Adapun beberapa penyakit yang menyebabkan gejala darah tinggi diantaranya adalah, penyakit ginjal, kelainan hormon (penyakit endokrin, seperti penyakit tiroid), penyakit jantung-pembuluh darah, akibat kehamilan, hipertensi yang timbul akibat efek suatu obat dan lain-lain. Pokoknya semua penyakit yang menyebabkan ‘setelan’ tubuh untuk mengatur tekanan darah menjadi berubah. yang mana mekanismenya dapat melalui ‘neuro’ ataupun ‘hormonal’ yang menjadikan ritme jantung meningkat, pembuluh darah menyempit dan retensi cairan di dalam tubuh meningkat.

Biasanya dokter akan mencari tahu dulu apakah ada penyebab primer yang menyebabkan hipertensi sekunder. Pada hipertensi sekunder, apapun penyebab yang menimbulkan hipertensi tersebut harus diterapi. oleh karena itu, bagi para penderita tekanan darah tinggi harus selalu mempunyai pertanyaan, apakah saya mempunyai faktor risiko untuk mengidap hipertensi? Semakin banyak dari faktor-faktor berikut di bawah ini yang kita miliki, maka semakin besar peluang kita untuk mengidap hipertensi.

Usia diatas 45 tahun (pria) atau 55 tahun (wanita menopause).
Memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi.
Suka makan makanan mengandung banyak lemak.
Berat badan berlebih atau kegemukan.
Suka makan makanan dengan kadar garam yang tinggi.
Gaya hidupnya penuh stres.
Gaya hidup tidak aktif ('sedentary lifesyle').
Merokok.
Suka minum minuman beralkohol.
Suka minum minuman beralkohol, pemakai ganja dan ektasi
Ayah/ibu mengidap hipertensi.
Menyandang diabetes melitus.

Apakah dampak dari hipertensi?

Menurut beberapa sumber terpercaya, hipertensi yang tidak terkendali akan menjadi  faktor risiko terjadinya kerusakan organ target. Bahkan tekanan darah tinggi sudah menjadi penyebab kematian yang tinggi. Angka kematian yang terjadi karena penyakit ‘kardiovaskuler' (kardio=jantung, vaskuler=pembuluh darah) akan meningkat dua kali lipat pada setiap peningkatan tekanan darah sebesar 20/10 mmHg.

Adapun organ target yang bisa rusak karena hipertensi adalah sebagai berikut

kerusakan otak seperti stroke, dan penyakit saraf lainnya.
kerusakan jantung (serangan jantung, gagal jantung),
kerusakan ginjal (penyakit ginjal kronik, gagal ginjal),
kerusakan pembuluh darah: pelebaran, penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
kerusakan pembuluh darah retina mata, bisa menimbulkan kebutaan.

‘KRISIS HIPERTENSI’

Tekanan darah yang meningkat secara tiba-tiba dapat menyebabkan suatu kondisi yang biasa disebut dengan krisis hipertensi. Krisis hipertensi ini sangat berbahaya dan biasa disebut juga dengan nama ‘hipertensi maligna’. Krisis hipertensi adalah suatu keadaan dimana hipertensi sudah mengancam terjadinya kerusakan organ target dan bahkan mungkin sudah membahayakan jiwa sipenderita. Krisis hipertensi merupakan keadaan akut emergensi, sehingga  penderita harus segera dirujuk ke rumah sakit

Bagaimana dengan terapi hipertensi?

Terapi hipertensi tujuannya adalah:

Menurunkan tekanan darah.
Mengobati penyakit primernya (bila ada).
Mengendalikan faktor risiko lainnya, misalnya kegemukan dan kebiasaan merokok.

Yang mudah-mudahan setelah kita melakukan terapi hipertensi di atas sehingga akan:

Menurunkan risiko serangan stroke.
Menurunkan risiko serangan jantung.
Menurunkan risiko gagal ginjal.
Menurunkan risiko buta mata.
Menurunkan risiko kerusakan berbagai organ target lainnya.

Adapun terapi hipertensi meliputi:

Terapi non farmakologik, yaitu memperbaiki pola hidup. Harus dilakukan oleh semua pengidap hipertensi baik ada penyakit penyerta maupun tidak. Upaya perbaikan pola hidup diantaranya adalah,  perbaikan pola makan, perbaikan pola aktifitas dan olah raga serta upaya menurunkan berat badan yang berlebih. Meskipun sudah makan obat, terapi non farmakologik ini harus tetap dilakukan. karena dengan makan obat tidak berarti bahwa pengidap tekanan darah tinggi sudah tidak perlu lagi untuk melakukan diet hipertensi, berolah raga dan menurunkan berat badannya.

Terapi farmakologik, yaitu dengan meminum obat antihipertensi.

SAMPAI ANGKA BERAPAKAH TARGET PENURUNAN TEKANAN DARAH?

Setiap kenaikan sistolik 20 mmHg, maka risiko kejadian ‘kardiovaskuler’(yaitu penyakit jantung dan pembuluh darah) meningkat 2 kalinya, maka target penurunan tekanan darah pada pengidap hipertensi berkisar kurang dari 140 / 90 mmHg atau lebih rendah jika bisa ditoleransi dengan baik, yang mana upaya tersebut bisa diterima oleh pengidap hipertensi tanpa menimbulkan gejala keluhan/efek samping yang mengganggu. kurang dari 130 / 80 mmHg pada pengidap hipertensi yang juga mengidap 'diabetes melitus'/kencing manis atau 'penyakit ginjal' dan jantung.

Adapun bagi mereka yang menderita diabetes, sipenderita harus mengendalikan tekanan darahnya kurang dari 130/80 mmHg. karena akibat diabetes menahun, terjadi kerusakan di berbagai pembuluh darah, baik pembuluh darah besar maupun pembuluh darah kecil. Oleh karena itu pengidap diabetes berisiko untuk mengalami terjadinya kerusakan organ akibat hipertensi.

Dan bagi mereka yang sedang mengalami penyakit ginjal, sangat perlu guna mempertahankan fungsi ginjal yang ada. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat memperberat kerusakan organ ginjal yang telah terjadi, sehingga kendali tekanan darah pada penderita penyakit ginjal juga harus kurang dari 130/85 mmHg.

Dan terakhir, kenalilah penyebab hipertensi anda, niscaya akan mempermudah jalannya kesembuhan....semoga....!!!!

baca juga postingan mengenai Makanan Yang Dapat Menjadi Pemicu Tekanan Darah Tinggi

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top